Connect with us

Headline

Begini Catatan Webinar Internasional DPP PKS “Making Development Work”

Published

on

16 views
Begini Catatan Webinar Internasional DPP PKS “Making Development Work”

RADARINDO.co.id-Jakarta : Begini Catatan Webinar Internasional DPP PKS “Making Development Work”.

Begini Catatan Webinar Internasional DPP PKS “Making Development Work”. Bincang ekonomi dan keuangan DPP PKS saat webinar internasional dengan tema “Making Development Work” pada Rabu (24/03/2021), Webinar ini dibuka oleh M. Syaikhu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Dr. Anis Byarwati selaku Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan (Ekuin) DPP PKS.

Dalam sambutannya Presiden PKS, Ahmad Syaikhu (AS) mengkritisi pendekatan pembangunan neoliberal yang dianggap tidak menyelesaikan persoalan pembangunan yang ada dinegara-negara berkembang, bahkan menimbulkan banyak persoalan baru seperti ketimpangan ekonomi dan sosial yang tinggi, kerusakan lingkungan hidup, bahkan korupsi yang merajalela.

Baca juga : Cegah Kelompok Radikalisme Forkopimda Sergai Gelar Deklarasi Bersama

Sedangkan Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan, DPP PKS, Dr. Anis Byarwati (AB), dalam sambutannya menekankan tentang pembangunan sebagai salah satu masalah penting yang dihadapi sebagian besar negara Muslim saat ini termasuk Indonesia.

Webinar Internasional ini dipandu oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA), MA, MBA, ACSI, CDIF (Ketua Departemen Ekonomi & Pembangunan, DPP PKS), dan menghadirkan dua pembicara internasional Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh (pendiri Islamic Development Management Studies [ISDEV] – Universiti Sains Malaysia) dan Prof. Dr. Murat Yulek (Rektor Ostim Technical University Turki).

Dalam pembukaan diskusi ini FAA, yang juga merupakan mantan profesional senior di kantor pusat Islamic Development Bank (IDB), Jeddah Saudi Arabia, menyampaikan bahwa latar belakang dari pemilihan tema Making Development Work adalah karena melihat tantangan pembangunan yang dihadapi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan klasifikasi International Monetary Fund (IMF), dari lebih 220 negara didunia dewasa ini hanya 39 negara yang dapat dianggap sebagai negara maju.

Bagaimana dengan yang lain? Sebagai contoh, Indonesia adalah negara yang telah merdeka sejak 1945, tetapi Indonesia masih berjuang dengan isu-isu pembangunan, dan baru saja naik kelas ke level negara berpendapatan menengah keatas dengan pendapatan nasional per kapita sekitar US$ 4,000.

Dari kondisi-kondisi diatas, FAA menyatakan bahwa kajian terkait bagaimana membuat pembangunan yang berhasil (making development work) menjadi penting.

Intinya adalah bagaimana merealisasikan pembangunan yang berhasil, yang dapat mentransformasi sebuah negara menjadi sebuah negara maju dengan pendapatan per kapita yang tinggi.

Distribusi pendapatan yang lebih merata, pemerintahan yang melayani rakyat, fasilitas kesehatan dan pendidikan dengan kualitas yang tinggi, jaringan pengaman sosial yang kuat, infrastruktur yang sangat baik, dan lain lain.

Selanjutnya FAA memulai diskusi ini dengan memaparkan satu isu terkait “Islamicity Index.” Sebuah index yang pada awalnya diciptakan oleh dua professor dari George Washington University ditahun 2010.

Index ini pada dasarnya mencoba mengukur level keIslamian sebuah negara yang direfleksikan dari kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip fundamental dari Islam diantaranya seperti peluang yang sama untuk berkembang, keadilan sosial dan ekonomi, ketiadaan korupsi, aturan hukum (rule of law).

Menghargai martabat kemanusiaan dan kebebasan, otoritas politik yang sah, tata kelola yang baik, dan juga kontribusi kepada dunia/kemanusiaan.

FAA melihat walaupun masih ada ruang terbuka dalam penyempurnaan Islamicity Index ini, tetapi indeks ini berupaya membantu negara-negara mayoritas muslim untuk mempunyai sebuah standar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam universal dalam kerangka memperbaiki kinerja ekonomi.

Hukum, tata kelola negara, hak asasi manusia, hak politik, dan kontribusi terhadap dunia dari negara-negara mayoritas muslim, yang pada akhirnya justru akan meningkatkan level pembangunan pada negara-negara muslim dan akan membuatnya setara dengan negara-negara maju yang ada sekarang.

Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh (MSS) dalam gilirannya mengangkat isu How to Sustain Islamic-Based Development. Menurut MSS tema making development work dapat didekati dari dua perspektif.

Lihat juga : Ketua PAC PP Kota Pinang Dicopot Karena Langgar AD

Perspektif ethnosentrik Barat dengan berbagai variannya (neo-classical ataupun radical theories) dan perspektif Islam Tauhid (Aqidah), Fiqh (Shariah) dan Tasawuf (Akhlak).

Alumnus PhD Oxford University ini menyakini bahwa sebagai seorang Muslim, Islamic-based Development (pembangunan berbasis Islam) ataupun Islamic development management (manajemen pembangunan Islam) adalah aplikasi pembangunan yang akan membawa keberhasilan (making development work).

MSS melihat bahwa kondisi dimana mayoritas negara-negara Muslim yang masih terbelakang saat ini adalah karena mereka tidak mengaplikasikan Islamic-based Development (IbD).

Presentasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Murat Yulek (MY) yang mengangkat topik “How Nations Succeed.” Mantan ekonom IMF ini mendekati isu keberhasilan pembangunan dengan menekankan pentingnya pengembangan sektor manufaktur.

MY mengakui bahwa manufaktur adalah sebuah gagasan lama, tetapi masih tetap penting sampai sekarang.(KRO/RD/fri)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

Published

on

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

RADARINDO.co.id-Medan : Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian.

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian. Polsek Medan Area berhasil menangkap Tiga Orang Tersangka tidak pidana kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Area para pelaku berhasil di bekuk di tempat persembunyianya.

Adapun ketiga pelaku adalah, HG alias Gun (24) Warga Jalan Pasar 5 Gg Bunga Desa Tembung, MR alias Kiki (29) Warga Jalan Pasar 5 Tembung Gg dan MG alias Agun alias Kakek (23) pekerjaan jualan keran warga beralamat di Jalan Pasar 5 Tembung Gg Salak.

Baca juga : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Dari pelaku berhasil disita barang bukti berupa 1 Buah sandal merek swallow warna hitam, 1 unit HP merek Nokia, dompet warna hitam.

Hendphone merek xiaomi, pisau, topi 2 buah kunci T dan 1 buah baju kaos, 1 sweater warna abu abu hitam dan HP merek Vivo.

Kapolsek Medan Area Kompol, Faidir Chan SH, MH kepada wartawan, menjelaskan setelah menerima Laporan dari korbannya, dengan nomor LP 239/K/IV/2021/SPKT Sek Medan Area yang dilaporkan pada tanggal 07 April 2021 dan menindak lanjutinya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Ia pun memerintahkan tim unit Reskrim dibawah pimpinan IPTU Rianto SH dan Panit Reskrim IPTU Surya Prayitna untuk melakukan penyelidikan dan hasilnya berhasil menangkap para pelaku di jln Bromo, Medan. Para pelaku ini sudah kerap beraksi dibeberapa lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan khususnya Polsek Medan Area.

Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatanya hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan pendalaman. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)

Continue Reading

Headline

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Published

on

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

RADARINDO.co.id-Aceh Utara : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas.

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas. Seorang bandar narkoba Z bin R, 30, warga Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara, terkapar kena timah panas petugas.

Pasalnya, tersangka mencoba melawan petugas dan berupaya hilangkan bukti dengan membuang sabu seberat 100,19 gram.

Demikian Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers yang berlangsung di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Senin (12/4).

Baca juga : Pesta Narkoba Hadirkan Wanita Seksi Bikin Geger Begini Ujungnya

Dikatakannya, berawal dari adanya informasi masyarakat tentang keberadaan Z bin R diduga melakukan aktivitas transaksi narkoba hingga meresahkan warga lingkungan Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Menindak lanjuti informasi itu, pada Jumat (2/4) lalu, sekira pukul 15.30 Wib, melakukan penangkapan terhadap Z bin R di Dusun Timur Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Akan tetapi, penangkapan tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan, karena Z bin R yang mengetahui dirinya akan ditangkap segera melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan ke dalam semak-semak.

Namun sebelum kabur terlalu jauh, akhirnya anggota polisi melakukan tembakan dengan profesional dan terukur hingga peluru mengenai bagian betis kaki kirinya hingga terjatuh. Tersangka yang kesakitan pun tidak dapat berupaya melawan atau melarikan diri lagi.

Setelah ditangkap polisi melakukan pemeriksaan dan penggledahan hingga melakukan penyisiran di lokasi tersangka membuang barang bukti. Polisi berhasil menemukan bungkusan plastik berisi barang bukti sebanyak 100,19 gram.

Akhirnya tersangka dan barang bukti digiring ke Polres Lhokseumawe untuk dilakukan pengembangan kasus dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Tujuan tersangka barang sabu itu dia beli dengan cara hutang Rp36 juta. Lalu akan dijual lagi seharga Rp37 juta dan dapat keuntungan sebesar Rp1juta,” paparnya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Namun sebelum niatnya tercapai, ternyata malangnya Z keburu diringkus Satnarkoba Polres Lhokseumawe dan bandar berinisial F kini sudah masuk DPO.

Meski berjalan pincang karena kaki kiri diperbankan luka, namun tetap saja Tersangka juga dihadirkan dalam konferensi pers dengan mengenakan seragam tahanan.

Tersangka kini terancam pasal 114 dan pasal 112 no. 35 tahun 2009 dengan hukuman 5 tahun penjara dan paling lama seumur hidup.(KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Headline

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

Published

on

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

RADARINDO.co.id-Medan : Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang.

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang. Walikota Medan Bobby Nasution memberikan bantuan warga di Kelurahan Sicanang, Belawan yang terkena musibah kebakaran.

Sijago merah yang menghanguskan belasan rumah di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Senin (12/4), membuat prihatin Muhammd Bobby Afif Nasution.

Usai berdialog dengan nelayan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gabion Belawan, Selasa (13/4), orang nomor satu di Pemko Medan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca juga : Sijago Merah Hanguskan Puluhan Rumah di Belawan

Selain ingin melihat kondisi warga yang menjadi korban kebakaran, kehadiran wali kota untuk memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan dasar.

Dalam pertemuan dengan warga, Bobby menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi.

Diharapkannya, warga tetap sabar menghadapi cobaan tersebut dan Pemko Medan akan berupaya membantu untuk mengurangi beban warga.

Rasa sedih wali kota semakin terlihat ketika sejumlah warga, terutama kaum ibu tatkala menyampaikan kesedihannya.

Sebab, selain menghanguskan rumah, musibah kebakaran menyebabkan mereka kehilangan harta benda.

Oleh karenanya, mereka berharap, Pemko Medan dapat membantu untuk mengurangi beban yang cukup berat mereka rasakan saat ini.

Sebagai langkah awal untuk membantu korban kebakaran, wali kota memastikan kebutuhan pokok, terutama makanan di tenda penampungan aman.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

“Kebutuhan makanan saat ini sangat penting. Jadi, ini yang harus kita penuhi lebih dahulu sehingga warga yang menjadi korban kebakaran tidak akan kekurangan makanan,” katanya.

Untuk itu, ia telah menginstruksikan Camat Medan Belawan agar segera menindaklanjutinya.

Masyarakat Sicanang yang terkena musibah yang telah menerima bantuan dari Walikota Medan mengaku senang. (KRO/RD/Wsp).

Continue Reading

headline