Connect with us

Entertainment

Yudha Prawira Pane Putra Indonesia Terbaik Mengukir Prestasi Di Luar Negri menciptakan Mesin Robot inovatif

Published

on

357 views
Yudha Prawira Pane Putra Indonesia Terbaik Mengukir Prestasi Di Luar Negri menciptakan Mesin Robot inovatif

RADARINDO.co.id-Labusel : Yudha Prawira Pane Putra Indonesia Terbaik Mengukir Prestasi Di Luar Negri menciptakan Mesin Robot inovatif . Yuda Prawira Pane adalah anak pertama dari tiga bersaudara, anak pasangan dari Ir H Syahril Pane dan Hj Nurhawa Harahap.

Yudha beserta kedua adik nya bersama sama di besarkan di sebuah Perkebunan kelapa Sawit PT Abdi Budi Mulia (PT ABM) yang berada di Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatra Utara.

Ir H Syahril Pane merupakan Pimpinan PT Abdi Budi Mulia, beliau adalah seorang sosok pria sekaligus pemimpin yang handal dan ulet penuh dedikasi dan disiplin tinggi dalam memipin perusahaan tersebut.

Pantas dan wajar, jika putranya dapat mengikuti jejak sang ayah, dari hasil gaji dan kerja keras beliau bisa membiayai anak nya mengecam pendidikan sampai ke luar negeri dengan menyandang gelar Phd. Demikian dikatakan Ir H Syahril Pane ketika di temui RADARINDO.co.id di kediamannya baru baru ini.

Baca juga : Polres Labuhanbatu Ringkus Enam Pencuri Kawakan Antar Propinsi 

Pria yang biasa di sapa Pak Pane ini mengatakan, dengan rasa gembira dan bangga, dari kecil Yudha menunjukkan bakatnya dengan bermain robot di kebun dan terus menggeluti bakatnya sampai jenjang Doktoral dengan jenjang pendidikannya:

– SD & SMP di Padangsidimpuan

– SMU di Medan

– 2009-2013 ITB, Bachelor
of science (B.Sc) Electrical
engineering

– 2013-2015, Delft University
of technology. Master of
Science (M.Sc), System
and control (Cum laude)

– 2012 , intern Robotics
Carnegie melon university.

– 2015 sd saat ini, PhD researcher KU LEUVEN UNIVERSITY OF LEUVEN BRUSSEL BELGIUM.

Sementara itu, gelar kehormatan dan penghargaan yang pernah diraihnya adalah :

– Indonesian student association at Delft President (PPI DELFT).

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin.

– Best Student Paper Award.

– Runner up Bayer Grants 4tech Robotics Chalelenge Bayer Zerman.

– the Winner kompetisi kuka innovation Award thn 2021.

“Artinya Yudha anak saya bersama teman temannya dari berbagai negara berhasil meraih juara kompetesi Kuka Pembuatan Robot inovation Award 2021 di Jerman. KUKA ini adalah merupakan industri Robot inovation di dunia yang berada di zerman,” terangnya dengan nada terharu.

Di samping itu juga Yudha, berpesan Kepada generasi milenial di tanah air, tetap bersemangat dalam menuntut ilmu di mana pun mari kita berlomba dalam mengukir sejuta prestasi sesuai bakat dan pendidikan kita masing.

“Raih dan kejarla prestasi demi massa depan kita dan juga demi mengharumkan nama bangas dan negara,” tegasnya. (KRO/RDR/NST)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan

Published

on

Hanna Pagiet Berkarya Untuk Perempuan

RADARINDO.co.id-Jakarta : Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan. Hana Pagiet akan mempersembahkan musik dengan konsep berbeda dalam perilisan single terbarunya “Perempuan” setelah Lebaran nanti.

Bermula dari sebuah karya ia merangkul Mafa Yulie Ramadhani  dikenal sebagai fotografer yang karyanya selalu bikin bangga dan menarik untuk dibahas.

Single “Perempuan” terasa sangat unik, karena pada lagu tersebut Hanna Pagiet berkolaborasi dengan banyak perempuan lainnya untuk kelengkapan lagunya.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Sebelum konser dilakukan, Hanna Pagiet juga telah melakukan sesi pemotretan bersama Mafa Yulie. Hanna berharap lagu ‘Perempuan’ bisa dirilis setelah lebaran termasuk kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa terus berjalan tidak hanya dalam proyek ini saja.

Hanna Pagiet juga mengharapkan kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa menjadi penambah semangat dalam berkarya, selain memperkuat pesan dari lagu ini.

Hanna mengajak para perempuan untuk selalu memberanikan diri mengungkapkan segala sesuatu yang dirasakan dalam hatinya.

Karena musik dan lagu bisa menjadi sumber inspirasi serta kekuatan dalam menjalani kehidupan tak kecuali lagu tentang perempuan yang menginspirasi.

Sementara Mafa Yulie menyebutkan kerjasama ini lebih kepada cara mereka menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Mafa mengharapkan kerjasamanya dengan Hanna Pagiet bisa terus terjalin.

Karena Hanna Pagiet adalah sosok musisi perempuan yang berbakat, kreatif dan produktif.

“Hanna Pagiet itu perempuan Medan berkarya melalui musik dan instrumen, tentunya ajakan kerjasama ini langsung aku terima. Sebab aku paham betul bagaimana keseriusan Hanna dalam menciptakan karyanya,” kata Mafa. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Entertainment

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”

Published

on

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru "Ragu"

RADARINDO.co.id-Jakarta : Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”.

 Penyanyi solo wanita Raisa memulai awal tahun ini dengan merilis single berjudul “Ragu”. Lagu tersebut dibuat oleh dirinya bersama Ari Renaldi dan diproduseri oleh Camden Bench, yang sebelumnya juga memproduseri “Teristimewa”.

Raisa, melalui keterangan resminya, Kamis, mengatakan bahwa “Ragu” mengusung tema keseharian, dan bagaimana kadang kita dihadapi keadaan untuk memilih.

Baca juga : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

“Ragu” ditulis oleh Raisa di tahun 2014 silam dan belum pernah dirilis sebagai single. Di masa pandemi, Raisa berusaha tetap aktif berkarya. Salah satunya memperbaharui rasa dari “Ragu” dengan kembali mengajak Camden Bench untuk memperkaya Ragu dari sisi isian dan mood musik.

CEO JUNI Records, menambahkan “Ragu mengingatkan kita dengan nuansa Raisa di antara album ke-2 (“Heart to Heart”) dan album ke-3 (“Handmade”), namun dengan musik jauh lebih masa kini. Dengan banyak elemen gitar saya rasa ini bisa jadi sesuatu yang segar buat Raisa mengawali 2021,” kata Adryanto Pratono,

Untuk video musiknya, “Ragu” disutradarai oleh Prialangga. Sebelumnya Raisa bekerjasama dengan Prialangga di klip “Bahasa Kalbu”. Video musik “Ragu” mengajak aktor Adipati Dolken dan Deva Mahendra sebagai 2 karakter lelaki yang ada dalam kehidupan seorang perempuan, Raisa. Bercerita tentang seorang perempuan yang dihadapkan oleh dua pilihan.

Deva, sosok pria sempurna yang merupakan idaman para perempuan. Satu lagi adalah Adipati, sosok yang merupakan sahabat, sosok yang tidak sesempurna Deva, tapi mampu membuat nyaman dan sulit dilupakan. Cerita ini dibuat untuk menggambarkan salah satu keraguan yang sering kali dialami oleh banyak orang ketika dihadapkan dengan pilihan.

Tonton juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

“Ragu” sudah bisa didengarkan melalui berbagai layanan musik digital. Sementara, video musiknya juga bisa ditonton mulai 17 Maret melalui kanal YouTube resmi Raisa. (KRO/RD/AntaraNews)

 

Continue Reading

Entertainment

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

Published

on

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama di Korea

RADARINDO.co.id-Jakarta : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea Korea

Youn Yuh-jung adalah ikon film di Korea Selatan, yang telah membintangi lebih dari 100 film dan serial TV.

Namun perempuan 73 tahun itu tidak pernah menyangka jadi orang Korea Selatan pertama yang dapat nominasi di Academy Awards dalam kategori aktris pendukung terbaik, untuk perannya di “Minari” sebagai nenek yang pergi dari Korea Selatan ke Amerika Serikat untuk merawatnya cucunya.

Baca juga : Ditinggal Istri Pulang Kampung Pria Berusia 60 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

“Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Saya tidak pernah bermimpi dinominasikan untuk Oscar,” kata Youn dalam wawancara, Senin (15/3), dikutip dari Reuters.

Kabar ini didengar oleh Youn ketika sedang menjalani karantina wajib dua pekan di Korea Selatan setelah bekerja di Kanada. Berita nominasi itu diberitahukan oleh temannya yang langsung menangis terharu.

Youn berbagi pencapaian ini dengan lawan mainnya di “Minari” Steven Yeun, Asia-Amerika pertama yang dinominasikan untuk aktor terbaik Oscar. Lahir di Seoul, Yuen dan keluarganya pindah ke Kanada dan kemudian Amerika Serikat ketika dia masih kecil.

Sejak debut akting pada tahun 1966, Youn telah menjadi sensasi di layar Korea atas perannya sebagai karakter yang jenaka hingga menggugah hati, termasuk sebagai pelacur di “The Bacchus Lady” tahun 2016.

Dikutip dari Yonhap, aktris kelahiran 1947 ini populer di Korea Selatan lewat film “Fire Woman” (1971), namun pada pertengahan 1970-an dia meninggalkan dunia hiburan setelah menikahi penyanyi populer Cho Young-nam dan pindah ke Amerika Serikat.

Setelah bercerai, dia kembali lagi untuk berkarya pada akhir 1980-an dan berupaya keras diterima lagi karena publik Korea Selatan saat itu memandang negatif perempuan yang bercerai. Peran yang sudah ia mainkan bervariasi, mulai dari pelayan muda yang menggoda majikan hingga nenek nyentrik di film teranyar.

Beberapa tahun terakhir, dia mengambil peran-peran pendukung atau peran kecil di proyek kecil yang skenarionya memikat, atau dibuat oleh orang yang dekat dengannya. Dia berperan sebagai nenek buta huruf di film indie “Lucky CHan-sil” (2019) tanpa bayaran, juga ibu demensia di film thriller “Beasts Clawing at Straws” (2020), film debut sutradara Kim Yong-hoon.

Youn telah memenangkan 32 penghargaan untuk perannya dalam “Minari, tentang keluarga imigran Korea Selatan yang mencoba memulai kehidupan baru di pedesaan Amerika selama tahun 1980-an.

Tonton juga : Bea Cukai Belawan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,6 Miliyar

“Minari” sangat personal untuk sutradara Lee Isaac Chung karena kisah itu sebagian didasari pengalamannya tumbuh besar di Arkansas. Film ini menyabet enam nominasi Academy Awards 2021.

Dia mengatakan, saat ini adalah masa yang luar biasa dalam hidupnya. Sejak menginjak usia 65 tahun, dia memutuskan untuk bekerja hanya dengan orang yang ia sukai, orang yang ingin bekerja dengannya, tanpa mempedulikan uang atau ketenaran.

“Saya akan senang bila meninggal setelah melakukan apa yang saya sangat sukai.” Ungkapnya.(KRO/RD/AntaraNews.com)

 

Continue Reading

headline