Connect with us

Headline

Pembalak Liar Hutan Kalimantan Buronan Selama 15 Tahun Akhirnya Ditangkap

Published

on

24 views
Pembalak Liar Hutan Kalimantan Buronan Selama 15 Tahun Akhirnya Ditangkap

RADARINDO.co.id-Jakarta : Pembalak Liar Hutan Kalimantan Buronan Selama 15 Tahun Akhirnya Ditangkap. Pembalak hutan di Kalimantan yang sempat menjadi buronan Kejaksaan selama 15 tahun, Asong berhasil ditangkap.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung telah menangkap buronan terpidana kasus pembalakan hutan di Kalimantan, yakni Prasetyo Gow.

Setelah 15 belas tahun buron, terpidana kasus pembalakan liar Prasetyo Gow alias Asong berhasil diamankan, pada Kamis (22/4) siang sekisar pukul 11.30 WIB, ungkap Leo di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Baca juga : Inilah Penjelasan Dirkrimsus Poldasu Terkait Status Mantan Bupati Labusel

Asong ditangkap tim penyidik Kejaksaan di suatu apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara.

Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berhasil meringkus Asong saat berada di The Royal Spring Hill Residence, Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan Timur, Kemayoran, Jakarta Utara.

Kasus Asong sebelumnya pernah ditangkap aparat Polda Kalimantan Barat, pada September 2004. Asong ditangkap di Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Lalang Lestari Sungai Pawan, Desa Sukaharja, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Ketika itu polisi mengamankan puluhan ribu batang kayu yang diangkut dua unit kapal motor. Kapal Motor Javi mengangkut 13.758 batang kayu jenis bengkirai dan rimba campuran, dan Kapal Motor Layan Bermakna yang memuat 32.495 batang kayu jenis meranti, bengking, kapur, keruing dan kempas,” tegas Leo.

Ternyata, dalam misi pelarian diri, Asong mengubah bagian tubuh demi mengelabui aparat penegak hukum.

Terpidana mengubah bentuk wajahnya, pada hidung dan rahang, dengan cara operasi plastik di Jakarta, dan menggunakan nomor telepon luar negeri, yaitu Singapura, ungkap Leo.

Terpidana Asong, saat ini langsung dijebloskan ke penjara dengan dititipkan sementara di Rutan Salemba, Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006, Asong dihukum empat tahun penjara dan denda Rp200 juta Subsidair lima bulan kurungan.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Perbuatannya melanggar pasal 78 ayat 7 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Namun, saat dipanggil jaksa eksekutor untuk dieksekusi ke dalam penjara, Asong melarikan diri.

Bahkan selama buron dia sempat mempermak wajahnya di Singapura untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Sejumlah pihak menyambut baik kinerja Kejaksaan yang berhasil menangkap buronan selama 15 tahun. (KRO/RD/Tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *