Connect with us

Headline

Alqur’an Miliki Mukjizat Besar Tak Ada Keraguan di Dalamnya

Published

on

7 views
Alqur'an Miliki Mukjizat Besar Tak Ada Keraguan di Dalamnya

RADARINDO.co.id-Medan : Alqur’an Miliki Mukjizat Besar Tak Ada Keraguan di Dalamnya. Alqur’an memiliki mukjizat besar, dan tak ada keraguan di dalamnya. Keistimewaan Alqur’an adalah sebagai mukjizat terbesar yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW. Isinya mencakup seluruh aspek agama Islam, mengatur hubungan sesama manusia, sesama makhluk ciptaan-Nya dan juga antara makhluk dengan sang Pencipta.

Sungguh memiliki banyak keajaiban yang terkadang sulit dicerna oleh akal manusia, sebagai hamba yang lemah.

Tidak ada keraguan di dalamnya. Jika ada sebagian orang yang meragukannya, maka Allah Ta’ala yang akan menunjukkan kebenaran kitabnya melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

Tidak sedikit keistimewaan Alqur’an dibanding kitab- kitab suci lainya di seluruh dunia. Kebenaran isi dan pelaksanaannya menunjukkan kemukjizatan Al Qur’an bagi manusia.

Diturunkan secara berangsur-angsur. Melalui kemampuan hafalan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, kemudian dibukukan menjadi satu kitab. Menunjukkan kebenaran dan kesempurnaan isinya.

Baca juga : Baca Al Quran Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit

Merupakan sebuah mukjizat tertinggi yang istimewa dan sulit tergantikan. Kitab mulia ini bahkan tidak akan sanggup ditandingi oleh teknologi apapun di masa yang akan datang.

Tentunya tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak membacanya. Diantara keistimewaan Alqur’an dibanding kitab lain yang diturunkan sebelumnya.

Al Qur’an memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat.

Al Qur’an juga mengokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.

Allah Ta’ala berfirman, “Kami menurunkan kitab Al Qur’an kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, untuk membenarkan dan menjaga kitab yang terdahulu sebelumnya.

Maka dari itu, putuskanlah hukum di antara sesama mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Jangan engkau ikuti nafsu mereka yang membelokkan engkau dari kebenaran yang sudah datang padamu. Untuk masing-masing dari kamu semua Kami tetapkan aturan dan jalan, (Q.S. Al-Maidah:48)

Jelas bahwa Allah SWT sudah menurunkan keistimewaan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dengan disertai kebenaran mengenai apa saja yang terkandung di dalamnya, juga membenarkan isi kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala sebelum Al Qur’an sendiri yakni kitab-kitab Allah yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah SAW.

Bahkan sebagai pemeriksa, peneliti, penyelidik dari semuanya. Oleh sebab itu Alqur’an dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan mana yang benar, tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan, pergantian, penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli.

Selanjutnya dalam ayat diatas disebutkan pula bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari Alqur’an, baik orang-orang yang beragama Islam ataupun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.

Dijelaskan pula bahwa keistimewaan Alqur’an dibanding kitab lain, diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka.

Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat.

Maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman, “Allah telah menetapkan agama untukmu semua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, (yang semua serupa saja) yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah.” (Q.S. Asy-Syura:13)

Kemudian dihapus beberapa hukum yang berhubungan dengan amaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang merupakan syariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktu dan tempat.

Oleh sebab itu, maka akidah pun menjadi satu macam, sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman tiap umat.

Lihat juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Keistimewaan Al Qur’an berupa kalam Allah terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya.

Maka dari itu jagalah keistimewaan Alqur’an agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya ataupun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Al Qur’an adalah kitab yang mulia. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (Kepalsuan), baik dari hadapan ataupun dari belakangnya. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Terpuji.” (Q.S. Fushshilat:41-42)

Allah Ta’ala berfirman pula, “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan peringatan (Al Qur’an) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (dari kepalsuan).” (Q.S. Al-Hijr:9).

Adapun tujuan menjaga dan melindungi Al Qur’an dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah Ta’ala dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada diatas permukaannya.

Keistimewaan Alqur’an yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala akan keabadiannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat Alqur’an.

Sebabnya tidak lain karena Alqur’an adalah firman Allah Ta’ala, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Ta’ala.

Dapat dipastikan bahwa keistimewaan Alqur’an tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain.

Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam Alqur’an.

Baca juga : Syekh Ali Jaber Sosok Pendakwah dan Penyemangat Kajian Alquran

“Akan Kami perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada mereka bahwa Al Qur’an adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat:53).

Senantiasa disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan.

Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami.

Oleh karena itu keistimewaan Alqur’an sengaja diturunkan oleh Allah Ta’ala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapapun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.

Allah Taala berfirman, “Sungguh Kami mudahkan pada Al Qur’an untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar:17).

Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Al Qur’an ialah banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala, baik dari kaum lelaki, wanita, anak-anak, orang-orang tua, orang kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid.

Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Alqur’an berkumandang di seluruh penjuru bumi.

Keistimewaan Alqur’an dibanding kitab lain, jelas tidak ada bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatan pimpinan dan cara memberikan petunjuknya, juga tidak dapat dicarikan persamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya.

Tidak ada satu ilmu pun yang terlewatkan di Alqur’an, bahkan mampu memaparkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Alquran menjadi salah satu kitab suci yang banyak dibaca dan didalami isinya oleh semua manusia. Karena kebenaranya dan kesempuraanya tidak ada yang diragukan lagi isinya.

Bahkan tidak sedikit kalangan umat Non Muslim setelah membaca isi dan kandungan di dalam Alqur’an kemudian mendapat hidayah dan memeluk agama Islam.

Hati mereka bergetar ketika membaca Alquran. Redaksi dari Allah SWT dalam kandungan Alquran yang mudah dibaca dan dicerna semua orang, menjadikan sadar siapa sebenarnya dirinya sendiri.

Karena sesungguhnya, tidak dijadikan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah SWT. Bacalah Alquran setiap malam meski satu ayat, Insya Allah diri anda sendiri yang akan tahu jawabanya. (KRO/RD/Dwi Putri)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *