Connect with us

Headline

Gubernur LIRA Sumut Minta Hukum Berat Pelaku Alat Swab Anti Gen Bekas

Published

on

17 views
Gubernur LIRA Sumut Minta Hukum Berat Pelaku Alat Swab Anti Gen Bekas

RADARINDO.co.id-Medan : Gubernur LIRA Sumut Minta Hukum Berat Pelaku Alat Swab Anti Gen Bekas.

Gubernur LIRA Sumut Minta Hukum Berat Pelaku Alat Swab Anti Gen Bekas.
Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut minta hukum seberat beratnya pelaku alat swab anti gen bekas yang diciduk aparat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, baru baru ini.

Kami minta pelaku dijatuhi hukum berat karena mempertaruhkan nyawa masyarakat. DPW Lumbung informasi rakyat (LIRA) Sumut merespon penggerebekan yang dilakukan Dirkrimsus Poldasu di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Selasa 27 April 2021 pukul 15.45 Wib.

Dalam penggerebekan itu, petugas mendapati barang bukti ratusan alat yang dipakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel (ternyata) yang diduga bekas pakai dan telah didaur ulang.

Baca juga : Lima Pegawai Kimia Farma Ditetapkan Jadi Tersangka Daur Ulang Alat Swab Bandara KNIA

Gubernur LIRA Sumut H. Rizaldi Mavi, MBA mengaku kaget dengan praktik pemeriksaan dengan alat yang tidak steril pada calon penumpang pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Kualanamu.

“Selain tidak memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, alat yang berulang-ulang dipakai dari satu orang ke orang lain, sangat memungkinkan terjadinya penyebaran virus,” ucap Rizaldi Mavi.

Pihaknya tidak habis pikir mengapa orang-orang yang bertugas di Laboratorium Rapid Antigen Kualanamu terlalu berani memeriksa pasien dengan alat yang tidak steril.

Terlebih lagi pemeriksaan rapid antigen dilakukan di kawasan yang potensi penularannya cukup tinggi.

“Ada ratusan bahkan ribuan penumpang yang mungkin diperiksa setiap hari, dan bila ada unsur kesengajaan, sulit membayangkan apa yang terjadi. Bisa-bisa semua penumpang terpapar Covid-19,” katanya.

Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan apakah calon penumpang terpapar Covid-19  atau tidak tentu ditempuh berdasarkan pertimbangan medis yang ketat.

“Kemudian, tim medis harus menggunakan pakaian steril, apalagi alat yang digunakan harus bebas kuman,” katanya.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Dia mengaku sangat terkejut menerima informasi pasca penggerebekan oleh Poldasu di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Kualanamu bahwa untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung dicuci dan dibersihkan kembali setelah digunakan.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau pada alat tersebut sudah menempel kuman meski sudah dicuci, dan digunakan lagi pada pasien berikutnya,” katanya.

Terhadap hal ini, kami DPW LIRA Sumut dengan tegas minta Poldasu mengusut tuntas praktik yang menyalahi dunia medis itu.

Pihaknya mendukung dan mendorong Poldasu bersama jajarannya menuntaskan hingga ke pegadilan dan pemberlakuan hukuman berat, karena ini menyangkut nyawa. (KRO/RD/Tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *