Connect with us

Headline

Keberatan Pelaksanan Sita Eksekusi Tanah Dilakukan PN Tarutung, Nelly Sihite Ajukan Perlawanan Hukum

Published

on

571 views
Keberatan Pelaksanan Sita Eksekusi Tanah Dilakukan PN Tarutung, Nelly Sihite Ajukan Perlawanan Hukum

RADARINDO.co.id – Taput : Keberatan Pelaksanan Sita Eksekusi Tanah Dilakukan PN Tarutung, Nelly Sihite Ajukan Perlawanan Hukum. Eksekusi dalam perkara perdata merupakan proses yang melelahkan, menyita energy, biaya dan pikiran. Putusan perdata belum memiliki makna apapun ketika pihak yang dikalahkan tidak bersedia menjalankan putusan secara sukarela.

Kemenangan yang sesungguhnya baru dapat diraih setelah melalui proses yang panjang dengan eksekusi untuk mewujudkan kemenangan tersebut.

Proses eksekusi menjadi lama dan rumit karena pihak yang dikalahkan sulit untuk menerima putusan dan tidak mau menjalankan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Puncak dari suatu perkara perdata adalah ketika putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dapat dilaksanakan.

Baca juga : Penerbitan STHM Diduga Fiktif Rp10,7 Miliar Jadi Sorotan

Gugatan perkara tanah yang dilakukan oleh Marsius Baringin Siahaan terhadap Lasman Simajuntak yang sudah mendapatkan putusan dari pengadilan negeri Tarutung dengan putusan no 36/Pdt.C/2015 yang dimenangkan oleh Marsius Baringin Siahaan yang terletak didesa parik sabungan, kecamatan siborongborong, kabupaten tapanuli utara.

Diduga salah lokasi oleh pihak tergugat dalam hal ini diwakili oleh Nelly Sihite SH selaku kuasa tergugat dan pemilik sebahagian objek lahan sengketa.

Menurut keterangan Nelly sihite saat ditemui awak media ini dilokasi eksekusi mengatakan, objek perkara yang dimaksud dalam surat keputusan tersebut salah lokasi.

Keberatan Pelaksanan Sita Eksekusi Tanah Dilakukan PN Tarutung, Nelly Sihite Ajukan Perlawanan Hukum

Keberatan Pelaksanan Sita Eksekusi Tanah Dilakukan PN Tarutung, Nelly Sihite Ajukan Perlawanan Hukum

Tanah perkara tersebut awalnya merupakan tanah Alm, Buliher Hutagaol yang merupakan warisan dari orang tuanya, Alm markus Hutagaol, dan dibeli oleh Ir Lasman Simanjuntak sejak tahun 1993 dan1994, seluas 78mx128M, dengan surat jual beli diatas kertas segel meterai, Rp1000, thn 1994 dengan tiga tahap pembelian.

“Tahun 1998 seluas 28MX 128M dibuatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dikeluarkan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Taput dengan nomor,120, atas nama Ir. Lasman Simanjuntak yang ditanda tangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Taput, Ir Bangbang Maruto,”ujar nelly.

Lebih lanjut Nelly Sihite mengatakan, pada saat pelaksanaan Berita Acara Konstantering (pencocokan) yang dilakukan oleh jurusita Pengadilan Negeri Tarutung pada Rabu, (6/5/2021) lalu yang dihari oleh kuasa hukum penggugat, Renti Situmeang SH dan Para tergugat dalam hal ini diwakili oleh Nelly Sihite SH.

Bahwa pihak juru sita yang dihunjuk oleh Pengadilan Negeri Tarutung saudara Endy Jeremes Ayal, SH hanya membacakan berita acara konstatering, setelah selesai dibacakan juru sita langsung pulang, tanpa ada melaksanaan pencocokan terhadap batas batas objek sebidang tanah di desa Pariksabungan, kecamatan Siborongborong.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Saat Nelly bertanya pada jurusita kenapa mereka tidak dilibatkan padahal diundang dalam konstatering ini dan kenapa tidak dilakukan pencocokan batas batasnya, dengan ketus jurusita PN Endy Jeremes Ayal, “sudah kita hanya bacakan saja sambil berlalu dari lokasi objek, hal inilah yang membuat kami sangat keberatan dalam pelaksanaan konstatering, tegas Nelly.

Nelly juga menjelaskan,” pelaksanaan penetapan Sita Eksekusi yang dilakukan oleh jurusita Pengadilan Negeri Tarutung, Endy Jeremes Ayal,SH yang dilaksanakan pada Rabu, (19/5) di lokasi hanya membacakan surat penetapan sita eksekusi saja,tanpa melakukan pematokan batas batas lahan yang mau disita.

Sementara yang termaktum dalam putusan tersebut bahwa lahan yang mau disita tersebut yang berbatas di sebelah selatan berbatasan dengan tanah Buliher Hutagaol yang sudah dibeli oleh Ir, Lasman Simanjuntak.

Dalam pelaksanan penetapan sita malah yang mau disita tanah milik Buliher Hutagaol,ini jelas menandakan bahwa jurusita Pengadilan Negeri Tarutung, Eror in Objeckto(salah Objek), terangnya.

Terpisah, Juru bicara Pengadilan Negeri Tarutung Nugroho Situmorang SH, saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada kamis, (20/5/2021) mengatakan, mengenai penetapan sita eksekusi ini dilakukan apabila perkara tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum Tetap mulai dari Pengadilan negeri sampai ke PK dan apabila ada pihak pihak yang merasa dirugikan atas sita eksekusi ini bisa melakukan silahkan mengajukan keberatan dengan gugatan perlawanan (Derden Verzet, terang nugroho dengan singkat. (KRO/RD/RH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *