Connect with us

Headline

Dua Tanda Sifat Manusia Yang Dicintai Allah

Published

on

23 views
Dua Tanda Sifat Manusia Yang Dicintai Allah

RADARINDO.co.id-Medan : Dua Tanda Sifat Manusia Yang Dicintai Allah. Adalah sebuah kisah dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, bahwa Nabi SAW, bersabda pada Asyaj ‘Abdul Qois : “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu santun (Al-hilm) dan tidak tergesa-gesa (Al-anaah)”.

HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Bahwa ternyata ada dua sifat yang bisa membuat Allah SWT mencintai kita.

Dari hadits di atas, kita tahu bahwa sifat yang Allah cintai dalam diri kita adalah sikap santun dan tidak tergesa-gesa, sifat tersebut antara lain:

Baca juga : Dunia Hanyalah Senda Gurau Kampung Akhirat Lebih Baik Bagi Orang Bertaqwa

1. Sifat “Al-hilm” (santun) adalah sifat yang terpuji.

2. Sifat “Al-anaah” (tidak tergesa-gesa), sesuatu yang juga patut dimiliki.

Sikap santun penuh kelemburan adalah ajaran Islam yang menghendaki kita agar senantiasa melakukan sesuatu berdasarkan pada ketentuan dan norma-norma yang berlaku secara universal, sehingga segala sesuatu akan nampak indah.

Dari ‘Aisyah Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”, (HR Muslim).

Melakukan sebuah pekerjaan membutuhkan pengetahuan, kreativitas, ketelatenan dan kerja keras, namun dilarang bersikap tergesa-gesa. Ditegaskan bahwa sikap tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan.

Dari Anas bin Malik Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Sikap pelan-pelan itu dari Allah, dan sikap tergesa-gesa itu dari syetan”, (HR. Al-Baihaqi dalam Ash-Shahihah No. : 1795).

Al-Imam Al-Munawi Rahimahullah berkata : “Tergesa-gesa dari setan, maknanya adalah setan yang mendorong dengan bisikannya (agar tergesa-gesa), karena ketergesaan itu menghilangkan sikap “Tabayyun” dan meneliti akibat-akibat dimasa yang akan datang”.

Diantara bentuk ketergesa-gesaan yang perlu kita ingat adalah dalam menerima dan menukil berita, terutama berita yang terkait dengan keadaan orang banyak, terlebih lagi di era medsos yang sangat memudahkan untuk menerima dan menukil berita.

Lihat juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Tidak ada salahnya bila kita berhati-hati dari setiap berita yang kita dengar. Tabayyunlah (telitilah) dulu, jangan sampai kita timpakan suatu bahaya pada seseorang/kaum atas dasar ketergesa-gesaan. Tidak semua berita yang ada, bermanfaat untuk kita sebarkan.

Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman. Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”, (QS. Al-Hujurat/49, Ayat : 6).

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita, agar terhindar dari ketergesa-gesaan, dengan upaya tabayyun, sehingga kita mendapat ridho’Nya dan selamat di dunia sampai akherat. Semoga bermanfaat. (KRO/Dikutip Dari Berbagai Sumber)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *