Connect with us

Bandung

Solusi Sistem Islam Kafah Atasi Pandemi

Published

on

50 views
Solusi Sistem Islam Kafah Atasi Pandemi

RADARINDO.co.id-Bandung : Solusi Sistem Islam Kafah Atasi Pandemi. MUI Jabar mendukung pembatasan aktivitas kegiatan keagamaan di tempat ibadah di wilayah Bandung Raya atau ibadah di rumah saja.

Bandung Raya telah ditetapkan masuk dalam kategori siaga satu sebaran corona di Jawa Barat.

Sementara itu, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan tentu kami juga mendukung, melalui sambungan telepon, Rabu (16/6) sesuai dilansir KumparanNews belum lama ini.

Rafani menilai aktivitas ibadah dapat tetap dilaksanakan asalkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga : Keistimewaan Al Qur’an

Sebelumnya, Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto meminta masyarakat yang tinggal di daerah zona merah untuk beribadah di rumah masing-masing.

Tempat ibadah di zona merah akan ditutup selama 2 minggu. Khusus di tempat ibadah untuk di daerah (zona) merah. Khusus di tempat merah ditutup 2 minggu, jelas Airlangga pada keterangan pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (14/6).

Memang, penyebaran virus Corona makin tidak bisa dikendalikan. Bahkan, muncul berbagai varian baru virus Corona yang memperpanjang usia wabah.

Namun, penanganan wabah yang jauh dari syariatlah yang telah membuat semuanya jadi serba kacau. Diakui atau tidak, semua ini berawal dari kedangkalan dan kelemahan kepemimpinan.

Selama ini akal dan rasa mereka sudah terkooptasi paham sekuler kapitalisme. Kebijakan yang diterapkan tidak lagi memandang halal atau haram, apalagi kepentingan masa depan.

Kepemimpinan sekuler kapitalisme jelas-jelas membawa kemudaratan dan menjauhkan kehidupan kita dari keberkahan. Kemudaratan itu bukan hanya berupa merebaknya kesengsaraan dan kesempitan hidup, melainkan hingga menghalangi hamba-hamba Allah untuk melaksanakan kewajiban.

Beginilah akibat hidup tidak diatur syariat Islam. Bagaimana solusi sistem Islam kafah menangani masalah pandemi Covid-19 secara menyeluruh?.

Sejak awal pemimpin dalam sistem Islam kafah akan melakukan Test-Trace-Treatment (3T) di mana Khalifah akan memisahkan orang sehat dari orang sakit.

Baca juga :  Dunia Hanyalah Senda Gurau Kampung Akhirat Lebih Baik Bagi Orang Bertaqwa

Kemudian akan memberlakukan tes massal, baik rapid test maupun swab test secara gratis bagi warganya.

Bagi mereka yang terinfeksi, negara mengurus pengobatannya hingga sembuh. Kedua, Khalifah berupaya maksimal menutup wilayah sumber penyakit, sehingga penyakit tidak meluas dan daerah yang tidak terinfeksi dapat menjalankan aktivitas sosial ekonomi mereka secara normal tanpa takut tertular.

Ketiga, bagi masyarakat di daerah wabah yang tidak terinfeksi penyakit, Khalifah akan menjamin seluruh kebutuhan pokok mereka. Khalifah menjamin protokol kesehatan dapat dilakukan semua rakyatnya.

Keempat, Khalifah menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan yang cukup dan memadai bagi rakyat, tanpa menzalimi tenaga medis/instansi kesehatan.

Kelima, Khalifah mendukung penuh dengan menyediakan dana yang cukup untuk melakukan riset terhadap vaksin agar segera dapat ditemukan.

Lihat juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

Semua mekanisme ini ditopang sistem keuangan Khilafah berbasis baitulmal, bukan berbasis ribawi, sehingga Negara tidak lagi bergantung terus-menerus kepada negara kapitalis asing.

Dorongan iman warga menjadi modal berharga bagi negara, sehingga rakyat percaya kepada penguasa dan patuh pada protokol kesehatan yang ditentukan.

Sebab, rakyat ingin mendapatkan pahala dengan taat kepada pemimpin yang amanah menjalankan perintah Allah SWT. (KRO/Tulisan, aktivis Muslimah, Fina Fauziah)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *