Connect with us

Headline

Polsek Kualuh Hulu Diminta Tangkap Penganiaya Seorang Pedagang Pasar Damuli Pekan

Published

on

41 views
Polsek Kualuh Hulu Diminta Tangkap Penganiaya Seorang Pedagang Pasar Damuli Pekan

RADARINDO.co.id – Medan : Polsek Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara diminta tangkap pelaku penganiayaan terhadap seorang pedagang di Pasar Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura) Rabu (21/04/2021) sekira pukul 08.30 Wib.

Berdasarkan informasi sumber, pelaku berinisial DS dan LS, yang dilaporkan korban ke Polsek namun masih bebas berkeliaran.

Akibat dari perbuatan tersebut, korban bernama Nurhasah, mengalami trauma dan merasa was-was karena para pelaku hingga kini belum ditahan polisi.

Baca juga : Walikota Tebing Tinggi Resmikan Rumah Adat Melayu di Bandar Utama

Korban Nurhasanah mengatakan dirinya kerap merasa khawatir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk berdagang di pasar untuk menghidupi keluarganya karena para pelaku masih terus berkeliaran.

Korban dia sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Kualuh Hulu sejak April lalu. Meski sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik, namun hingga kini keempat pelaku masih berkeliaran sehingga korban merasa ketakutan.

Demikian dikatakan penasehat hukum korban, Rawi SH kepada wartawan, Kamia (15/07/2021) siang.

“Sampai saat ini klien saya masih trauma yang mendalam dan cemas. Karena pelaku sampai saat ini belum ditangkap petugas. Ini ada apa”, ujar Rawi dengan tegas kepada RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR.

Kasus tersebut terjadi, bermula ketika Nurhasanah sedang berjualan di Pasar Damuli Pekan pada 21 April 2021. Namun sekitar pukul 08.30 Wib, salah seorang pelaku berinisial YS datang sambil melemparkan tomat ke lapak dagangannya.

“Karena kaget, saya bilang sama dia, bah yang hebat kalilah kau, kenapa kau lempar tomat busuk kemari. Lalu datang anaknya, memaki-maki saya. Saya bilang, apa maksud kau? tanggung jawab kau sama omonganmu? Lalu ditariknya jilbab saya dan dijambaknya saya,” ungkap Nurhasanah.

Korban yang melakukan perlawanan justru dikeroyok oleh pelaku DS dan LS yang tak lain merupakan anak dan istri YS.

Melihat ibunya dipukuli, anak korban bernama Michael Siallagan berlari dengan maksud melerai para pelaku agar menghentikan perbuatannya. Namun YS justru menarik tangan Michael.

“Si YS menarik tangan anak saya ke belakang, lalu anaknya yang laki-laki memukuli anak saya hingga mengalami lebam-lebam di wajahnya. Bibirnya juga pecah,” sambung Nurhasanah.

Setelah memukuli kedua korban, para pelaku kemudian pergi. Sementara korban mendatangi Mapolsek Kualuh Hulu untuk melaporkan kejadian yang baru dialaminya.
Kuasa hukum korban, Rawi Kresna, mendesak aparat penegak hukum agar kooperatif dalam menangani kasus ini. Apalagi kasusnya sudah berjalan lebih dari tiga bulan.

“Polisi harus kooperatif dalam perkara ini. Tersangka empat orang sudah ditetapkan dalam SP2HP. Pasal 170 jo 351 itu bukan tipiring. Ancaman di atas 5 tahun karena tersangka punya niat bersama-sama melakukan penganiayaan. Bahkan korban Michael sampai opname,” sebutnya Rawi.

“Mohon segera diproses secepatnya. Jangan ada intervensi dari pihak manapun. Korban merasa was-was dan minta perlindungan hukum,” tegas Rawi lagi.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, Ipda Eko Sanjaya, mengatakan bahwa para pelaku sudah dimintai keterangannya dan saat ini ditangguhkan penahanannya sesuai kewenangan penyidik.

Baca juga : Telusuri Rumah Warga Terdampak Banjir Bupati Batu Bara Salurkan Bansos

“Kami tetap prioritaskan kasus ini. Namun ada pertimbangan penyidik sehingga tersangka ditangguhkan sepanjang dia kooperatif dan tidak berupaya menghilangkan barang bukti,” ujarnya, Rabu (14/7).

Eko menyebut pihaknya masih membutuhkan keterangan saksi tambahan untuk mendalami kasus ini.

“Kami juga tidak mau melakukan langkah-langkah yang salah,” tukasnya.

Hingga berita ini dilansir, Kapolres Labuhanbatu belum bisa dimintai tanggapan, atas kasus yang dialami korban.(KRO/RD/TIM)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *