Connect with us

Headline

Penyertaan Modal Pemko Medan ke Bank Sumut Menuai Kritik

Published

on

11 views
Penyertaan Modal Pemko Medan ke Bank Sumut Menuai Kritik

RADARINDO.co.id-Medan : Fraksi PDI P DPRD Medan selaku partai pengusung Bobby Afif Nasution menjadi Walikota Medan periode 2020-2024 mulai melakukan kritik tajam terkait kebijakan Bobby soal pengelolaan anggaran di Pemko Medan saat ini.

Baca juga : Ratusan Miliar Uang Retribusi Parkir Tepi Jalan di Medan “Bocor” Begini Sikap FPKS

Fraksi PDI P mempertanyakan penyertaan modal ke PT Bank Sumut Rp100 Miliar ditengah sulitnya keuangan Pemko apalagi masa pendemi Covid 19 saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun signifikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Robi Barus SE MAP (foto) dalam rapat paripurna DPRD Medan di gedung dewan, baru bau ini, Jumat (17/9/2021).

Rapat paripurna agenda penyampaian pemandangan umum Fraksi terkait P APBD Pemko Medan 2021 dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE (PDI P) dan dihadiri Walikota Medan M Bobby Afif Nasution.

Dicetuskan Robi Barus, pengeluaran pembiayaan dalam penyertaan modal alasan investasi ke Bank Sumut Rp100 Miliar dinilai tidak layak.

“Alokasi anggaran dalam Perubahan APBD sebesar Rp100 Miliar dalam keadaan keterbatasan keuangan Pemko Medan saat ini apakah masih layak dilakukan. Mohon penjelasan,” ujar Roby dengan nada serius.

Kritikan Robi Barus sontak membuat peserta sidang agak tercengang. Memang benar, kondisi keuangan Pemko yang sangat terbatas karena sumber PAD yang menurun signifikan akibat pandemi Covid 19.

Sangat mengundang pertanyaan kebijakan melakukan penyertaan modal ke pihak ke tiga.

Selain itu kebijakan lain Pemko Medan juga dalam pemandangan umum PDI P melakukan sorotan tajam seperti situasi pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang digunakan dalam asumsi perubahan APBD 2021 ini mengalami perlambatan dari 5.81 % menjadi 3,01 %, inflasi mengalami penurunan dari 3,98 % menjadi 2,02 %.

Begitu juga tingkat pengangguran terbuka meningkat tajam 4,82 % menjadi 9,22 %.

Baca juga : Sekretaris F Golkar DPRD Medan : Serapan Belanja Semester I Rendah, Perlakuan Pemko ke Masyarakat Tak Paralel

Sebagaimana disebutkan Walikota terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi Kota Medan serta meningkatnya angka pengangguran diakibatkan banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang tutup.

Untuk itu Robi minta penjelasan langkah dan strategi apa yang akan dilakukan saudara Walikota Medan untuk menjaga supaya laju pertumbuhan ekonomi kembali normal, tingkat inflasi dan pengangguran tidak semakin meningkat pada masa pandemi covid-19 sekarang ini. (KRO/RD/Ptr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *