Connect with us

Banda Aceh

Tiga Orang Korupsi Pembangunan Jetty Kuala Rp2 Miliar “Gol”

Published

on

10 views
Tiga Orang Korupsi Pembangunan Jetty Kuala Rp2 Miliar "Gol"

RADARINDO.co.id – Banda Aceh: Tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar tahun 2019 “gol”.

Setelah sebelumnya penyidik Kejari Banda Aceh menetapkan mereka sebagai tersangka. Ketiganya langsung ditahan di Rutan Kajhu, Jumat (8/10/2021).

Baca juga : Sat Samapta Polres Jember Amankan Aksi Balap Liar

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jantho Deddi Maryadi S.H didampingi Kasipenkum Kejati Aceh Munawal Hadi menjelaskan, tiga orang tersangka tersebut diantaranya inisial MZ, 55 sebagai KPA merangkap PPK, TH 39 sebagai PPTK dan YR 41 sebagai Kontraktor Pelaksana (Direktur PT BYA).

Para tersangka dibawa ke Rutan Kelas II B Kajhu untuk dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, bahwa alasan penahanan yang dilakukan tim penyidik dikhawatirkan para tersangka dapat melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatannya.

Penahanan tersebut sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor: Print- 018/N.1.27./Fd.1/10/2021, Nomor: Print- 1019/N.1.27./Fd.1/10/2021 dan Nomor: Print- 1020/N.1.27./Fd.1/10/2021 tanggal 08 Oktober 2021.

Mereka ditahan atas dugaan penyalahgunaan keuangan negara dalam pekerjaan Pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar TA 2019 pada Dinas Pengairan Provinsi Aceh dengan nilai kontrak Rp13.353.329.000.

Akibat perbuatan tersangka menyebabkan kerugian negara senilai Rp2.317.222.789,40 sebagaimana Laporan Hasil Audit perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Prov. Aceh.

Atas perbuatannya, para tersangka telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) , Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Besar telah memeriksa 56 orang saksi dan tiga orang ahli yang terdiri unsur Dinas Pengairan maupun pihak swasta yang terkait dalam kegiatan Pembangunaan Jetty Kuala Krueng Pudeng Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar Pada Dinas Pengairan Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2019.

Bahwa Tim Penyidik dapat menguraikan terkait modus operandi, para tersangka telah melakukan kecurangan (frund) yang dimulai dalam proses perencanaan pengadaan.

Dimana tersangka MZ dan tersangka TH melakukan manipulasi terhadap data-data yang dibuat seolah- olah dan seakan-akan bahwa data-data tersebut ada dan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.

Baca juga : Tiga Nikmat Terbesar Bagi Manusia Jangan Abaikan

Proses pelaksanaan kegiatan dengan dokumen dan data yang dibuat tidak benar, tersangka YS dan TH telah membuat kekurangan volume pekerjaan batu lebih >1000 kg/unit, terjadi kekurangan sebesar 3.518,55 m3.

Untuk batu <250kg/unit, terjadi kekurangan sebesar 2.916,44 m3, sehingga terdapat selisih kelebihan pembayaran yaitu senilai Rp2.317.222.789,40.

Sejumlah aktivis mendukung kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Besar mengusut praktek korupsi yang merugikan keuangan daerah. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *