Benda Berharga Dilokasi Karhutla Ogan Komering Ilir Bermunculan

39 views

RADARINDO.co.id – SUMSEL : Benda-benda berharga berupa emas dan perhiasan diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tulang Selapan, Cengal dan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), terus bermunculan.

Salah satu yang menarik perhatian, adalah perhiasan kalung berbentuk mata kucing. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Retno Purwati, perhiasan tersebut diduga buatan Mesir.

“Selain emas, warga juga menemukan perhiasan kuno yang disebut mata kucing berbentuk kalung. Ini diperkirakan buatan dari Mesir dan negara-negara Indopasifik,” kata Retno.

Menurut Retno, lokasi lahan gambut yang terbakar tersebut diduga dulunya merupakan kawasan perdagangan atau pelabuhan besar pada masa Kerajaan Sriwijaya hingga masa Kesultanan. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya bagian kapal, seperti kemudi, dayung dan papan kapal dilokasi tersebut pada beberapa waktu lalu.


Retno juga menjelaskan, maraknya pemburu harta karun saat kebakaran hutan tak hanya terjadi sekali ini saja. Tahun 2015 silam, saat terjadi kebakaran yang melanda di wilayah itu, juga dimanfaatkan warga untuk mencari harta karun.

Berbagai bentuk perhiasan yang mempunyai kandungan emas sering ditemukan warga dilokasi tersebut. “Warga tak perlu menggali terlalu dalam, tetapi sudah ketemu perhiasan itu, terutama logam mulia,”ujarnya.

Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Budi Wiyana mengimbau agar masyarakat terlebih dahulu melaporkan kepada Dinas Kebudayaan setempat, sebelum memiliki benda bersejarah tersebut.

Menurut Budi, jika benda itu dilaporkan, Dinas Kebudayaan akan mengeluarkan surat kepemilikan atas barang yang dipegang oleh warga.

“Jadi sebetulnya warga boleh memiliki barang bersejarah itu, tapi tetap harus lapor. Setelah itu nanti akan diterbitkan surat kepemilikan. Dijual belikan boleh, tapi jangan dijual keluar negeri,” kata Budi. (KRO/RD/Komp)