33 Juta Ha Lahan Sawit di Kawasan Hutan di Putihkan

43

RADARINDO.co.id – Jakarta : Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan akan memutihkan sebanyak 3,3 juta hektare (ha) lahan sawit yang berada di kawasan hutan. Kebijakan ini bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit di Indonesia.

“Terpaksa kita putihkan. Emang mau kita apakan lagi, masa mau kita copotin itu (sawit) yah kan tidak,” kata Menko Luhut, melansir  liputan6.com, Senin (26/6/2023).

Baca juga : Komplotan Pencuri Rel Kereta Api di Serbelawan Bebas Berkeliaran Diduga 87 – 1

Nantinya, pemilik lahan sawit yang akan diputihkan tersebut harus mentaati aturan yang berlaku, diantaranya membayar pajak dan taat hukum melaporkan hasil produksinya. “Tapi setelah legal maining kita putihkan, dia (harus) taat hukum, bayar pajak, bayar aturan dan seterusnya,” ungkapnya.

Nemun, Luhut tidak membocorkan daftar perusahaan pemilik lahan sawit yang berada di kawasan hutan tersebut. Dia menyebut fokus pemerintah saat ini untuk memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit di Indonesia.

Luhut menyampaikan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), luasan lahan sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare. Padahal, asumsi pemerintah luasan lahan sawit saat ini berkisar 14,4 juta hektare.

“Kita tidak tau persis jumlah kita berapa, tapi setelah diaudit oleh BPKP kita paham jumlahnya 16,8 juta hektar dari yang tadinya kita asumsi 14,4 juta hektare,” pungkasnya.

Dia mengimbau, perusahaan untuk melakukan pelaporan mandiri atas kondisi lahan perkebunan disertai dengan bukti izin usaha yang dimiliki. Laporan tersebut dapat diakses melalui website SIPERIBUN sejak tanggal 03 Juli hingga 03 Agustus 2023.

Sebelumnya, PT Perkebunan Nusantara V yang mengelola 71.300 hektare perkebunan sawit inti turut melakukan kemitraan dengan ribuan petani plasma sawit dengan total luas lahan masyarakat mencapai 56.000 hektare atau 66 persen dari kebun inti yang dikuasai.

Baca juga : Kantor DPW IWO-I Aceh di Peusijuek

EVP Plasma PTPN V, Arief Subhan Siregar mengatakan, PTPN V saat ini tercatat sebagai perusahaan perkebunan dengan persentase perbandingan inti banding plasma terbesar di Bumi Lancang Kuning, Riau.

Saat ini, PTPN V mengelola 71.300 hektare perkebunan sawit inti, dan memiliki kebun plasma (petani mitra) dengan total luas mencapai 56.000 hektare, atau sekitar 66 persen dari kebun inti. Artinya, PTPN V telah melewati mandatory 20 persen kebun plasma. Dari 56.000 hektare perkebunan sawit mitra, 9.000 hektare diantaranya telah melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan 2.300 hektare lainnya telah memasuki masa panen. (KRO/RD/LP6)