RADARINDO.co.id – Cianjur : Dinding penangkaran buaya di Jalan Perintis Kemerdekaan Kampung Gunung Calung, Kabupaten Cianjur, jebol akibat hujan deras yang mengguyur, Rabu (02/10/2024).
Penangkaran tersebut memiliki 80 ekor buaya. Warga setempat dihimbau waspada dan melaporkan jika melihat buaya diluar penangkaran.
Baca juga: Mahasiswi Bikin Video Syur “Enak Yank”, Polisi Jadikan Tersangka
Tim gabungan dari berbagai instansi langsung turun melakukan peninjauan kembali lokasi penangkaran setelah sekitar lima ekor buaya muara lepas di Kampung Gunung Jati, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jum’at (04/10/2024).
Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Iwan Setiawan mengatakan, puluhan personil dari TNI-Polri, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, BPBD, dan Damkar Kabupaten Cianjur menyisir kembali sejumlah tempat untuk memastikan tidak ada lagi buaya yang lepas di daerah dekat permukiman warga.
“Kita juga pasangi garis polisi agar masyarakat dan semua personil waspada karena ini adalah hewan buas. Tidak boleh melintas,” ungkapnya, mengutip cnnindonesia.
Dia menyebutkan, buaya yang ada di penangkaran tersebut awalnya berjumlah kurang lebih 80 ekor. Saat ini belum diketahui jumlah pasti buaya yang berada di penangkaran.
“Tapi saat ini kita tidak bisa memastikan berapa jumlah buaya yang ada di dalam (penangkaran). Tapi yang lepas akibat jebolnya tembok kemarin, itu hanya lima ekor dan sudah dievakuasi,” katanya.
Baca juga: Kades Semboro Larang Pendukung Hendy Gunakan Lapangan Desa untuk Senam Bersama
Ia memastikan tidak ada buaya yang tertinggal di sejumlah aliran Sungai Margaluyu dan sungai lainnya. “Termasuk di persawahan yang ada di sekitar penangkaran. Kita sudah lakukan ini selama dua hari terakhir tapi belum ada lagi yang ditemukan,” kata Iwan.
Dia menjelaskan, lahan yang dijadikan penangkaran buaya sementara selebar kurang lebih 500 meter persegi merupakan milik Fujianto. “Namun sejak 2018, penanganan, perawatan, dan pengamanannya murni tanggungjawab BBKPSDA,” katanya. (KRO/RD/CNN)







