RADARINDO.co.id – Mataram : Hingga kini, kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat pria difabel tanpa tangan, IWAS alias Agus Buntung, masih menjadi perbincangan hangat. Satu persatu, para korban mulai memberanikan diri buka suara.
Para korban selama ini mengaku memilih tidak melaporkan kejadian yang menimpa mereka karena takut tidak ada yang percaya. Hal itu diungkap pendamping para korban, Ade Latifa di Mataram, Selasa (10/12/2024).
Baca juga: Eks Kasi PB3R Kejari Blora Terjerat Kasus Narkoba
Kasus tersebut mencuat beraal adanya seorang mahasiswi berinisial MA yang melaporkan Agus ke Polda NTB. Namun hingga saat ini, pelaku hanya dikenakan tahanan rumah meski sudah tersangka. Diduga korban pelecehan seksual yang dilakukan Agus mencapai 17 orang.
“Jadi ketakutan korban untuk kemudian tidak ada yang mempercayainya itu membuat korban selama ini banyak tidak muncul,” kata pendamping para korban, Ade Latifa, di Mataram, mengutip detiksumut, Rabu (11/12/2024).
Usai dilaporkan oleh MA, sejumlah orang diduga sebagai korban pelecehan Agus, mulai bermunculan. Korban lainnya kini berani speak up karena ada satu korban yang mulai berani melaporkan pria difabel tersebut.
“Nah, korban-korban lain kenapa baru muncul sekarang, tentu ini sebenarnya sesuatu yang bisa dilihat sendiri, dengan adanya satu korban yang berani masyarakat masih ada yang sulit percaya,” imbuhnya.
Baca juga: KPK Dalami Dugaan Korupsi Perbaikan Kapal PT JN
Menurut Ade, para korban sudah mulai menunjukkan keberaniannya untuk bersuara. Total ada 7 korban sudah diperiksa sebagai saksi, dua diantaranya merupakan korban anak-anak.
“Tetapi justru dengan kekuatan pelapor ini yang sampai sekarang masih kuat untuk meneruskan proses hukum ini justru memotivasi korban lain untuk berani speakup,” tegasnya. (KRO/RD/Dtk)







