AMBB Demo PT STTC Dituding Kuasai Lahan 13,4 Ha Yang Bukan Haknya

67

RADARINDO.co.id-Belawan: Ratusan masyarakat Belawan yang tergabung di dalam Aliansi Masyarakat Belawan Bersatu (AMBB) melakukan aksi Unjuk Rasa terkait adanya dugaan tindak pidana penyerobotan tanah.

Aksi dilakukan di depan pintu gerbang proyek PT. STTC, Selasa (5/1/2021).

Menurut Aliansi Masyarakat Belawan Bersatu (AMBB) bahwa adanya dugaan tindak pidana penyerobotan tanah yang dilakukan oleh PT. STTC diduga bekerja sama dengan oknum BPN Kota Medan.

Tang mana seharusnya lahan tersebut diperuntukkan untuk fasilitas umum (Jalan Ahmad Bekawan) di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan yang dihibahkan oleh saudara Mujianto dengan luas tanah 13.431 M2 (13,4 Ha) dari tanah yang dipecah dari luas 109.172 M2 sesuai dengan SHM Nomor : 720 , tapi malah dikuasai oleh PT STTC dan dikerjakan untuk pengembangan PT STTC tersebut.

Pantauan di lapangan, aksi damai tersebut diwarnai dengan membakar ban dan membentang tiga spanduk, dan dihadiri juga oleh elemen organisasi masyarakat Belawan yakni Anak Belawan Bersatu (ABB), Forum Anak Belawan Bersatu (Formabes), dan unsur Muspika Belawan.

Sesuai Pasal 385 ayat (1) KUHP Jika seseorang dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak (secara tidak sah) menjual, menukar, atau menjadikan tanggungan utang hak orang lain untuk memakai tanah Negara, maka dapat dihukum penjara selama 4 (empat) tahun.

Kami masyarakat Medan Belawan, unjuk rasa hari ini untuk menuntut hak kami yang telah diserahkan Muj sebagai akses jalan (fasilitas umum).

Tapi ternyata tanah tersebut telah diserobot PT STTC. Pada hari ini kami datang untuk meminta dikembalikan kepada masyarakat, (jika tidak dikembalikan) masyarakat mengambil jalan sendiri, apa pun ceritanya.

“Pokoknya masyarakat mau mengambil alih jalan tersebut sampai bisa kembali kepada kami seperti dituangkan dalam surat yang dihibahkan ini”, ujar koordinator aksi Samato Duha.

Senada hal itu, Dedi Ritonga juga mengatakan bahwa pada tahun 2011 dengan surat hak milik no 720 yang telah dihibahkan Mujianto.

Namun pada tahun 2021 tepatnya tanggal 5 Januari tanah itu tidak pernah kita miliki. Tanah itu tidak pernah kami nikmati.

“Dalam minggu lalu kami telah mengunjungi kantor BPN Kota Medan, BPN Kota Medan mengatakan kepada kami bahwasanya benar. luas tanah sebesar 13,431 m2 Sudah dihibahkan kepada masyarakat medan belawan bahari dengan bentuk surat 720,” katanya.

Namun sampai pada hari ini tanah ini tidak pernah diberikan kepada kita, apakah memang ada kongkalikong antara PT STTC dengan pihak kepolisian dengan pihak yang lain kita tidak tau, ujarnya

Namun kami sebagai masyarakat medan belawan bahari tidak menginginkan hal-hal pembodohan, tidak mengiginkan hal-hal yang keji.

“Hari ini kami tegas kan apabila Memang pihak PT STTC tidak mau memberikan itikad baik tidak mau menyerahkan lahan yang diserobot seluas 13,431m2, maka hari ini 5 Januari 2021 Aliansi Masyarakat Belawan Bersatu akan menindak tegas” tegas Dedi Ritonga kembali.

Usai melakukan aksi dan menyampaikan tuntutannya dengan mendapatkan pengawalan petugas keamanan, masyarakat membubarkan diri dengan tertib.

Terkait tudingan dugaan penyerobotan tanah, PT STTC belum berhasil di konfirmasi. (KRO/RD/Ganden)