AMPERA Protes Tuntutan Hukuman Mati Di PN Sidimpuan

31 views

RADARINDO.co.id-Psp:
Sejumlah warga yang mengatasnamakan Ampera berunjuk rasa di depan Gedung Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Senin (7/9). Dalam aksi yang diwarnai dengan pertunjukan teatrikal itu mereka meminta agar kedua terdakwa kurir narkoba 250 Kg ganja tidak dihukum mati.

Pengunjuk rasa yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa serta kaum ibu itu, umumnya datang dari Kabupaten Mandailing Natal yang juga kampung halaman kedua terdakwa dan melakukan aksi sejak pukul 10.00 WIB.

Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster berbagai ukuruan diantarnya bertuliskan Kami Memohon Kepada Yang Mulia Majelis Hakim Untuk Memakai Hati Nurani, Vonis Mati Tidak Adil Bagi Pandapotan dan Boja, Tegakkan HAM Hak Hidup Adalah Hak Asasi Manusia, dibarengi dengan gambar Pandapotan yang menggendong anaknya yang baru lahir.

Selai itu ada juga poster tulisan tangan yang memyebutkan “Ibarat pohon beracun, mereka hanyalah tangkai, Ketika hanya fokus mematian tangkai, sudah pasti tunas baru akan muncul. Kemudian foster lain menyebutkan vonis tanpa emosi.


Dalam aksi simpatik itu, mereka juga menampilkan aksi teatrikal yang menceritakan kisah sejumlah warga yang sedang menjalani tahanan memohon ampun kepada Ketua hakim yang mencambuki mereka.

Utusan pengunjuk rasa diterima Humas PN P. Sidimpuan Fadel Pardamean Batee, SH MH yang juga salah satu hakim yang menyidangkan terdakwa Pandapotan dan Boja. Dalam pertemuan itu utusan pengunjuk rasa mengatakan aksi tersebut murni sebagai rasa simpati kepada terdakwa.

Katanya, mereka tidak membela perbuatan para terdakwa. Namun mereka meminta agar terdakwa tidak divonis dengan hukuman mati terlebih lebih karena terdakwa bersedia membongkar jaringan narkoba yang ada di Mandailing Natal.

Humas PN. Sidimpuan dalam pertemuan itu berterima kasih kepada pengunjuk rasa yang melakukan aksi demo dengan tertib dan aman. Katanya, secara pribadi dia tertarik kepada pengunjuk rasa yang mengakui kesalahan terdakwa dan bukan membela perbuatan terdakwa. (KRO/RD/Waspada)