Ampera Tuding Dinas Pendidikan Diduga Salahgunakan Anggaran Disampaikan ke Intel Kajari

89

RADARINDO.co.id – Batu Bara: Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Batu Bara (AMPERA) melaporkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara kepada Kejaksaan Negeri Batu Bara, diduga telah melakukan penyelewengan Dana dan penyalahgunaan jabatan, Kamis (17/09/2020).

Kordinator aksi Ampera Ahmad Fatih Sultan, saat di temui RADARINDO.co.id mengatakan, bahwa melihat dunia pendidikan di Batu Bara saat ini patut untuk di duga bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara telah diduga melakukan penyalahgunaan anggaran.

Dari Amatan dan Analisa yang telah kami lakukan pada setiap kegiatan yang menggunakan dana BOS di setiap sekolah SDN dan SMPN sekabupaten Batu Bara di temukan adanya dugaan Pungli dan korupsi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan arahan dari Dinas Pendidikan Batu Bara, secara terorganisir, terstruktur dan masif. Semua alat bukti sudah kami kumpulkan dan akan kami serahkan semuanya kepada pihak Kejaksaan Negeri Batu Bara, ujarnya.

Untuk itu Sultan sangat berharap kepada Kejaksaan Negeri Batu Bara untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati melakukan kajian atas laporan Ampera.

Sedangkan Syahnan Afriansyah, Koordinator lapangan Ampera menjelaskan, bahwa dugaan korupsi Dinas Pendidikan Batu Bara.

Dugaan penyalahgunaan Dana BOS Afirmasi dan BOS kinerja TA 2019 sebesar Rp5.574.000.000, Beasiswa Mahasiswa TA 2019 sebesar Rp400 juta.

Dikatakan Syahnan selanjutnya, adanya dugaan beberapa sekolah yang sampai hari ini tidak menyalurkan dana BOS Afirmasi dan BOS kinerja TA 2019 akibat kepala sekolah tidak menyepakati pembelian barang pada satu tempat yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Batu Bara.

“Adanya kejanggalan terkait proses realisasi pengadaan barang atas Dana BOS Afirmasi dan BOS kinerja yang memakai sistem E-Katalog sebanyak 53 jumlah sekolah penerima BOS Afirmasi dan kinerja”, sambungnya lagi.

Selain itu, juga terdapat adanya dugaan paraktek pungli terhadap guru honorer pada pelaksanaan Uji Kelayakan Guru (UKG) yang di laksanakan beberapa waktu lalu.

Kasus ini akan terus kita kawal dan AMPERA akan terus berunjuk rasa sampai kebusukan ini terungkap dan di tindak lanjuti, bahkan sampai ke KPK sakalipun,” ungkapnya.

Jefri Simamora, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batu Bara mengatakan, mendukung penuh pada semua laporan – laporan Tipikor yang masuk ke Kajari.

Sementara itu, Ketua Republik Corruption Watch (RCW) Batu Bara, Surya Dharma Samosir memberi tanggapan lain. Pihak penyidik Kejaksaan sudah saatnya menjalin kerja sama dengan aktivis LSM maupun media untuk mendapat laporan dugaan penyalahgunaan anggaran.

Saya kira Kejaksaan Negeri maupun Polres Batubara sudah saatnya menjalin kerja sama dalam melaksanakab tugas dengan aktivia LSM maupun rekan rekan wartawan. Tujuanya untuk menjadi penyambung lidah rakyat sebagai peran serta masyarakat, katanya lagi.

“Informasi yang disampaikan LSM maupun rekan rekan pers sangat penting sehingga pihak Aparat Penegak Hukum dapat melakukan tindakan pencegahan, maupun tindakan terhadap perbuatan melawan hukum,” ujar Ketua RCW Batubara, Surya Dharma Samosir dengan nada optimis.

Hingga berita ini Kadis Pendidikan Batubara, Ilyas Sitorus belum dapat di konfirmasi. Meski berkali kali saluran selular pribadi Kadis dihubungi namun belum bisa tersambung. (KRO/RD /DHASAM)