Anggaran Rambu Lalu Lintas Laut Belawan Miliaran Rupiah Diduga Digelapkan

123 views

RADARINDO.co.id – Medan : Pemberitaan patok rambu lalu lintas laut patah di laut Belawan yang diulas RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR baru-baru ini ternyata menjadi perhatian publik.

Mereka juga baru mengetahui adanya rambu lalu lintas laut setelah membaca RADARINDO.co.id untuk itu sumber warga Belawan semakin tertarik keinginan tahu realisasi kegiatan dan sumber dana uang negara.

Sumber yang mengaku bernama Totok Tobing itu meminta aparat penegak hukum agar khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut anggaran rambu lalu lintas laut.

Baca Juga : Warga Bincar Bersama Walikota Psp Peringati Tahun Baru Islam 1444H


“Apalagi rambu lalu linta laut patah itu kabar sudah patah selama bertahun-tahun. Ini sangat membahayakan bagi para nelayan, serta merugikan uang negara,” ujar Totok Tobing melalui surat tertulis disampaikan ke kantor redaksi KORAN RADAR GROUP.

“Anggaran rambu lalu lintas laut selama bertahun -tahun diduga tidak direalisasikan. Tidak tertutup kemungkinan miliaran rupiah terindikasi fiktif, untuk KPK diminta mengusut tuntas,” ujar sumber.

Fungsi rambu untuk mewujudkan lalu lintas angkutan sungai yang aman dan selamat. Perlunya rambu pelayaran di pasang agar pengguna alur mengetahui daerah alur, kondisi, larangan dan kewajiban bila melewati alur pelayaran.

Peningkatan volume lalu lintas angkutan barang-barang berat dan kondisi morfologi sungai yang menyebabkan beberapa daerah berpotensi kecelakaan serta volume air tidak memadai pada saat musim kering (pasang surut) menjadi kendala dalam alur pelayaran.

Demikian sebelumnya disampaikan Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PC SNNU) Kota Medan, Heri Susanto, usai melakukan investigasi ke laut pada 20 Juli 2022 pukul 10.00 Wib.

Ketua PC SNNU Medan, Heri Susandi, mengatakan banyak temuan yang harus di benahi oleh instansi pemerintah. Terutama di bidang nelayan mengenai Rambu-rambu alur kapal.

“Tidak ada tanda arus nelayan untuk dilalui saat pergi dan pulang melaut. Adapun rambu alur kapal yang sudah tidak lagi berfungsi dan sangat membahayakan bagi masyarakat nelayan,” ujarnya.

Sejak adanya reklamasi, alur nelayan di alihkan tetapi tidak ada tanda yang layak untuk digunakan masyarakat nelayan. yang ada cuma ranting kayu yang di pacakkan sebagai tanda alur lalu lintas nelayan.

“Ini sangat membahayakan dan mengecewakan bagi pengguna alur sampan/bot masyarakat nelayan, dampaknya bisa kandas sampan nelayan bila salah melaluinya,” ungkapnya.

Pada waktu kesempatan Sekretaris PC SNNU Kota Medan Alamsyah Silalahi mengatakan kapal nelayan yang parkir dekat alur/arus lalu lintas kapal yang tidak boleh digunakan untuk berlabuh sudah mulai menjamur.

Karena menunggu pasang laut naik agar bisa dilalui alur yang baru dibuat semenjak adanya reklamasi.

Patok/tiang rambu-rambu lalu lintas kapal ada yang rusak dan patah, tidak ada perbaikan sehingga dampak nya ke perahu/sampan nelayan bisa mengalami kebocoran mengakibatkan karamnya sampan/bot nelayan, ungkapnya lagi.

“Sudah 30 tahun lebih tidak ada perbaikan, dari mulai saya lajang tanggung sampai sekarang tetap masih yang seperti dulu tidak berubah”, cetusnya.

Untuk itu kami siap berkolaborasi dengan instansi pemerintah dan stakholder nelayan lainnya untuk membenahinya/melakukan yg terbaik buat nelayan kita.

Menurut Ali dalah satu petugas Kantor Pelayanan Terpadu Kesyahbundaan, SLO, Informasi/ Penyuluhan Perikanan mengatakan bahwa kolam pelabuhan Syahbandar Perikanan memiliki tiga mercusuar.

Baca Juga : Walikota Psp Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan PBFI

Lahan kita kolam pelabuhan kita cuman seratus lima puluh meter kalau gak salah (dari pintu masuk hingga ke dermaga) sisa nya itu tangkahan.

Itu foto tanda-tanda tempat tambatan kapal, tanda-tanda labuh kapal, kalau di kelautan itu sebenarnya tidak ada rambu rambu, itu sudah tertera di satelitnya.

Kayak di perhubungan laut itu kan sudah ada satelit, kemarin itu disini dibuat pancang (alur pelayaran) sama perhubungan laut, tuturnya.

Pihak Navigasi Belawan, anggota sekuriti mengatakan “Tidak ada yang bisa di konfirmasih Pak, humasnya lagi keluar,” ungkapnya. (KRO/RD/Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini