APH Didesak Usut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun

23

RADARINDO.co.id – Karimun : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun tengah menjadi sorotan. Pasalnya, banyak penggunaan anggaran di dinas tersebut diduga sengaja diselewengkan oleh para oknum yang ambisi ingin memperkaya diri sendiri.

Baca juga : Kapolres Palas Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Hal itu diantaranya terjadi pada biaya perjalanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun tahun 2023, yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah juga diduga sudah menjadi temuan BPK.

Kemudian anggaran yang juga diduga terjadi penyelewengan adalah belanja alat rumah tangga dengan biaya sebesar Rp 2,4 miliar.

Selain itu, dugaan penyelewengan juga terjadi pada pengelolaan dana hibah yang digelontorkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun pada tahun 2023, yaitu mencapai sebesar Rp 4,8 miliar.

Selain dugaan penyelewengan beberapa anggaran tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun juga saat ini tengah dilema karena pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun menjadi ajang korupsi oleh oknum-oknum ASN di dinas tersebut.

Baca juga : Masyarakat Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan di Taman Agung Lamsel

Dimana dana BOS Reguler pada TA 2923 sebesar Rp 37,5 miliar yang direalisasikan untuk belanja barang dan jasa, diduga turut dinikmati oleh 116 bendahara BOS dengan berbagai modus.

Tidak sampai disitu, pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2023/2022, juga diduga terjadi mark up. Permainan ini diduga atas restu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Sugianto.

Saat hal itu dikonfirmasikan kepada Sugianto selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, dirinya tidak membantah tudingan miring tersebut. Jika masih ada ketimpangan, akan segera diperbaikinya.

“Terimakasih atas informasinya, dan ketimpangan yang ada akan kita perbaiki,” ucapnya melalui ponsel pribadinya, Senin (20/5/2024). (KRO/RD)