Api Cemburu Berkobar Bidan Desa Dihajar Istri Polisi: “Suamiku Diambil”

111 views

RADARINDO.co.id : Sumbar:
Cinta buta atau cemburu buta bisa terjadi karena ada sebabmusabab. Cinta itu mahal siapa pu tak mau cintanya diambil orang lain. Apalagi cintanya dibagi bagi yang berujung kepuasan. Sebaliknya cinta pindah ke lain body pasti juga ada sebabnya.
Hal ini yang membuat istri polisi nekad melakukan penganiayaan pada seorang bidan desa di tempat kerjanya. Dalam olah tempat kejadian perkara yang digelar petugas Polsek Kalukku, Rabu (05/06/2020) sore, yang dilansir tribun.com.
Terungkap jika pelaku yang juga istri seorang anggota polisi di Polda Sulbar tersebut mendatangi sang bidan yang sedang bertugas di tempat kerjanya.
Agar tindakan main hakim sendiri dan tidak diketahui orang lain pelaku terlebih dahulu mengunci pintu poskedes agar leluasa menganiaya korban yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Tidak hanya itu, polisi juga menghadirkan saksi
Warga yang melerai aksi kekerasan istri polisi terhadap bidan desa. Kepada polisi, saksi mata menjelaskan kronologi pelaku masuk ke tempat kerja korban bersama dua rekannya. Setelah berhasil masuk, tanpa banyak tanya pelaku langsung melakukan penganiayaan.
Belakangan diketahui dua perempuan yang menemani istri polisi tersebut juga seorang bidan dan seorang petugas lapas yang sedang mangkir alias tidak bertugas. Seorang saksi mata yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian sempat curiga dengan penutupan pintu Poskedes yang tidak biasanya. Saat berhasil masuk, saksi menyaksikan korban sedang dianiaya pelaku.
Sebelumnya dalam video yang beredar tampak Seorang bidan berinisial M yang bertugas di Poskesdes Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dihajar perempuan yang mengaku istri anggota Brimob Polda Sulbar. Perempuan itu menuding bidan tersebut sebagai pelakor yang berusaha merebut suaminya.
Pelaku juga menjambak rambut korban sambil berteriak histeris. Saat bidan tersebut mencoba menghentikan aksi pelaku dan menenangkan anaknya yang menangis, pelaku malah semakin mengamuk. Dia tetap menarik rambut sang bidang dan menunjukkan wajahnya.
“Biar, biar, rasakan, biar dilihat anakmu, ini wajahnya,” kata pelaku menunjukkan wajah bidan, sambil menarik rambutnya. Sang bidan yang dipukuli tidak memberikan perlawanan. Dia juga berkali-kali menyebut tuduhan perempuan itu tidak benar. Dia tidak ada hubungan dengan suaminya yang bertugas di Brimob Polda Sulbar. Namun, pelaku tidak percaya. Aksi perempuan itu malah semakin membabi buta. Dia mencoba menginjak kepala si bidan.
Beruntung warga yang berada di sekitar poskesdes mengetahui kejadian itu dan langsung melerai aksinya yang dinilai sudah keterlaluan. Namun, pelaku sempat masih berusaha meneruskan aksinya dibantu dua temannya. “Biarkan, biar dirasain, suamiku diambil,” teriaknya.
Kepala Puskesmas Kalukku Subhan yang mendampingi keluarga korban melaporkan kejadian ini menjelaskan, tindakan pelaku sangat mencederai institusi kesehatan, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa.
Tindakan pelaku itu sangat mencederai institusi pemerintah khususnya Dinas Kesehatan. Bagaimana mungkin bidan yang bertugas di tempat kerjanya dianiaya, kata Subhan.
Subhan juga mempermasalahkan dua rekan pelaku, seorang petugas lapas dan bidan di Dinas Kesehatan. Subhan mendesak kepala institusi tempat keduanya bekerja memberikan pembinaan. Kejadian ini disesalkan sejumlah pihak. Mestinya harus dicari solusi bukan sensasi, apalagi melakukan pengainayaan. Tapi api cemburu telah berkobar. (KRO/RD/trbn).