Bupati Tapsel Terima Kunker Pimpinan Ombudsman RI

10

RADARINDO.co.id – Tapsel : Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Pasaribu mengatakan, untuk mewujudkan good governance, pelayanan publik menjadi bagian yang sangat penting, karena pelayanan publik menjadi titik strategis untuk memulai pengembangan good governance. Hal itu disampaikan Bupati saat menerima kunjungan kerja (kunker) Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (RI) diruang rapat Bupati Tapsel, Rabu (26/6/2024).

Baca juga : Bupati Tapsel Hadiri Pengajian BKMT di Batang Angkola

Kunjungan kerja Ombudsman RI ke Tapsel terkait koordinasi kelembagaan dalam penguatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ombudsman RI, yang mana kegiatan ini sudah berjalan dari tahun 2015. Sementara Tapsel baru dua tahun lolos kepatuhan zona hijau dan ini sudah ketiga kalinya Pemkab Tapsel ikut serta.

“Pemerintah daerah sebagai salah satu institusi penyelenggara pelayanan publik harus memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tentu kedepan saya berharap bisa memberikan kemudahan pelayanan yang baik bagi seluruh masyarakat Tapanuli Selatan,” harap Bupati.

Bupati juga menekankan agar seluruh OPD untuk sama-sama berbenah dan belajar dari pengalaman serta meminta petunjuk dari Ombudsman bagaimana memberikan pelayanan yang baik.

Baca juga : Bupati Tapsel Kunjungi SMPN 3 Garonggang Angkola Selatan

Apalagi Tapsel sudah dua kali mendapatkan zona kepatuhan hijau, maka perlu ditingkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Dengan terus menciptakan terobosan-terobosan yang memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat.

“Walaupun nilai Tapsel meningkat, jangan puas dulu karena ada kabupaten lain yang lebih tinggi nilainya. Tentu kekurangan kita dalam penilaian sebelumnya menjadi pedoman untuk peningkatan nilai survei tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu Pimpinan Ombudsman RI Jamsly Hutabarat menyampaikan hal yang perlu di persiapkan Pemkab Tapsel, sebelum penilaian dari Ombudsman turun kelapangan. Diantaranya pelayanan publik menjadi hal yang terpenting dari penilaian, terkait kepuasaan dari masyarakat yang dilayani, begitu juga yang melayani tentu harus memiliki standar.

“Kita berharap hasil dari survei ini, bisa menjadi sasaran pembuktian komitmen dan konsistensi penyelenggara pelayanan publik yang berkualitas, profesional dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Jamsly optimis, Tapsel bisa menduduki zona hijau tertinggi, karena dari hasil yang sudah di skorkan Tapsel berada di 88,87%, sehingga berpotensi di angka 92%. ”Maka perlu dipersiapkan hal-hal yang masih kurang seperti, kesiapan prasarana, dan kompetensi ini perlu kita perkuat dengan orang-orang yang memberi pelayanan, baik melalui media sosial,” ucapnya. (KRO/RD/AMR)