Cinta Ditolak, Pemilik Akun Facebook Sun Go Kong Penista Agama Gol

398
Cinta Ditolak, Pemilik Akun Facebook Sun Go Kong Penista Agama Gol
Cinta Ditolak, Pemilik Akun Facebook Sun Go Kong Penista Agama Gol

RADARINDO.co.id-Sergai : Cinta ditolak, pemilik akun facebook Sun Go Kong penistaan agama “gol”. Hal tersebut berawal ketika cinta tersangka ditolak oleh seorang wanita.

Atas kejadian itu, Polres Sergai bergerak cepat dan telah menetapkan tersangka penista agama Indra Darma alias Acong (23) warga Desa Sialangbuah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

”Tersangka di tetapkan dengan Pasal 28 ayat (2) UU RI no 17 tahun 2016 dan pasal 45 ayat (2) UU RI no 11 tahun 2016 tentang ITE subsider pasal 156 huruf a KUHPidana tentang penistaan agama. Dengan ancaman penjara 5-6 tahun,” tegas Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang SH MHum, Minggu (21/2/2021) di halaman Mapolres.

Konferensi pers juga didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata SH SIK MH, Kasubbag Humas AKP Sopian, PJU, Ketua MUI Sergai, H. Hasful Huznain, FKUB, Ketua MPC PP Sergai, Zulpansah, tokoh Tionghoa, Budi Sumalim, Unsur Forpimcam Teluk Mengkudu, tokoh masyarakat, Syafaruddin alais Udin Sirip, dan tokoh pemuda.

Baca juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Tersangka diduga melakukan penistaan aman dengan akun Facebook Sun Go Kong.” Motifnya masalah asmara. Tersangka cintanya ditolak oleh perempuan yang berbeda agama. Tetapi justru memilih teman dekatnya yang seagama,” terang Kapolres.

Akibatnya, tersangka membuat postingan yang menista agama lain. Saat ini tersangka telah ditahan dan kita himbau masyarakat untuk menyerahkan proses secara hukum.

Baca juga : Bendahara Puskesman Glugur Darat Medan Tersangka Korupsi JKN TA2013 

”Terkait hal ini masyarakat jangan terprovokasi. Dan untuk menahan diri dari tindakan yang merugikan semua pihak,” pinta Kapolres.

Sejumlah elemen masyarakat mendukung kinerja Polrs Sergai untuk menjalankan perintah undang undang. Menindak tegas tersangka agar menjadi efek jerah untuk tidak melecehakan agama tertentu. (KRO/RD/Mima)