Cinta “Dor Dar” Asmara pun Bubar

250

RADARINDO.co.id – Medan : Kecantikan wajah dan keindahan tubuh Marisa (bukan nama sebenarnya), kian menarik bahkan bisa menyedot mata lelaki.

Usia Marisa sudah memasuki kepala 40 an tahun. Namun wanita memiliki suami bernama Joni, bukan nama sebenarnya, merupakan pasangan yang sangat serasi.

Kegigihan dan keuletan Joni tidak heran membawa harum nama dan martabat keluarga. Termasuk teman-teman terdekatnya.

Meski Marisa sosok wanita yang ramah dan mudah senyum pada semua orang tapi bukan berarti ia mudah jatuh cinta dengan pria lain.

Baca Juga👉🏻Kepala Balai Bahasa Provsu Audensi ke Walikota Psp

Sebagai istri orang terpandang, orang -orang di sekelilingnya pun tahu batasan-batasanya. Jangan kan untuk masuk dalam kamarnya, untuk mendekati saja harus berfikir seribu kali. Sebelum penyesalan itu datang.

Wanita memiliki wajah cantik dan berkulit putih yang gemar mengkoleksi parfum, baju, tas dan sepatu mewah dari luar negeri itu hidup serba berkecukupan.

Marisa sungguh beruntung memiliki suami Joni sebagai seorang Direktur diperusahaan terkenal. Memilki jaringan bisnis dan kolega tingkat menengah keatas.

Ia bisa membeli apa saja yang ia inginkan. Jabatan penting dan strategis sang suami berhasil mengumpulkan pundi-pundi yang tidak sedikit.

Mahligai rumah tangga yang mereka bangun sukses dengan finansial tidak hanya cukup tapi sudah lebih untuk bisa mewariskan gono-gini pada anak dan cucu.

Sayangnya, mahligai rumah tangga yang mereka bina tidak berjalan mulus. Uang banyak, rumah dan mobil mewah yang mereka miliki tidak menjamin hidup bahagia.

Keretakan kecil mulai dirasakan diatas perahu yang mereka tumpangi. Marisa sendiri sulit mencari teman untuk curhat yang sedang dialami karena sangat pribadi.

Dewi Noer, bukan nama sebenarnya, merupakan teman baik Marisa sekaligus teman seangkatan ketika dibangku SMP.

Sebagai seorang istri Direktur terkadang ia harus rela ditinggalkan Joni untuk tugas keluar kota. Ditambah lagi urusan kantor yang sangat padat, sehingga tidak jarang pergi pagi dan pulang pagi.

Kesepian Marisa dirasakan selama bertahun-tahun, namun selalu ditutup rapi agar keluarga dan publik tidak mengetahui.

Hidup bagaikan seekor burung merak yang hidup disangkar emas. Meski semua serba berkecukupan tapi tidak bisa bebas seperti sebagian kaum ibu-ibu lainya.

Lambatlaun, Marisa menyadari urusan kasur, dapur dan sumur semakin membuat ia tertekan bathin, seakan tak dibutuhkan.

Sebagai manusia normal ia masih menaruh harapan besar agar sang suami bisa dan mampu memberi perhatian lahir dan bathin.

Dewi Noer yang mendengar curhatan Marisa hanya diam tidak berani memberi solusi. Sebagai teman dekatnya ia juga sudah kenal baik dengan Joni dan anak-anaknya.

Menurut Marisa, Joni yang sekarang bukan Joni yang dulu lagi. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk urusan perusahaan dari pagi hingga malam sampai pagi lagi, demikian seterusnya.

Kemontokan tubuh Marisa seakan tidak mampu memberi kehangatan lagi, padahal ia merasa masih energik dan siap dibolak-balik seperti martabak telor, dari atas ke bawah dan sebaliknya.

Teman-teman dekatnya Marisa sering memuji dan mengagumi keindahan dan kemontokan tubuhnya. Tidak hanya mulus tapi seakan memiliki magnit yang dahsyat bisa mengundang gairahkan mata laki-laki.

Ibarat makanan lezat yang terhidang diatas meja. Namun jarang di cicipi yang berujung basih dan mubazir.

Ia jadi teringat ketika malam bersama pernikahan dengan Joni. Ia sosok pria yang tangguh dan pandai menyenangkan istri. Meski ekonomi masih tergolong pas-pasan.

Baca Juga👉🏻Walikota Psp Serahkan SK Kepada 220 Guru P3K

Kebutuhan bathin Marisa tidak pernah terabaikan. Bahkan nyaris klepek-klepek setiap malam. Marisa harus meladeni permintaan suami diatas ranjang hingga 3 kali setiap malam.

Dahsyatnya lagi, Joni pernah minta jatah hingga 5 kali sehari tatkala liburan di luar kota. Namun tidak pernah ada percekcokan apalagi dor-dar.

Awal Januari 2021, Marisa mendapat kabar miring kalau suaminya Joni telah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) diluar kantor.

Kehancuran hati Marisa saat itu sungguh hancur. Ibarat kaca tertimpa batu hancurnya berkeping-keping. Ia mengira suaminya sosok pria laksana bulan yang indah bisa memberi kehangatan hingga pagi. Ternyata ia bagaikan bintang yang redup.

Akan kah tubuh Marisa milik Joni seutuhnya atau kah ada dusta diantara mereka. Cinta “Dor Dar” Asmara Pun Bubar. Simak kisah edisi berikutnya. (KRO/RD/TIM PELANGI)