Dana Pensiun “Tak Jelas”, Dirut Perumda Tirtanadi Bakal Dipolisikan

455

RADARINDO.co.id – Medan : Puluhan pensiunan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi menggelar pertemuan di Jalan AH Nasution, Medan, Minggu (27/8/2023).

Disebut-sebut, pertemuan itu guna merancang akan melaporkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi ke Polisi, buntut dana pensiun tak cair, setahun tanpa kejelasan.

“Sejak tahun (2022) lalu, sampai sekarang belum juga ada kejelasan soal hak-hak kami dari Dirut Tirtanadi, Kabir Bedi,” kata salah seorang pensiunan, melansir medanpos, Senin (28/8/2023).


Baca juga : Ketua DPW IWOI Sumut Bentuk Tim Seleksi Penerimaan Anggota Koperasi

Dikatakannya bahwa mereka telah mengirim surat resmi kepada Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirtanadi pada 26 Juli 2023 lalu soal kejelasan dana tersebut.

Dalam suratnya, Sahnan Harahap, perwakilan para pensiunan, berharap Direksi Tirtanadi segera mengeluarkan uang pesangon yang menjadi hak mereka pasca purna tugas dari perusahaan air itu.

“Kami sangat mengharapkan uang pesangon untuk menutupi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak, serta modal usaha,” demikian petikan tertulis di surat tersebut.

Surat dengan tembusan pada Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi dan Direksi Tirtanadi itu dilayangkan setelah para pensiunan merasa lelah telah berulang kali bertanya pada Kepala Divisi SDM perusahaan BUMD Sumut tersebut.

Pada 31 Juli 2023, Dewas Tirtanadi menjawab surat para pensiunan yang ditandatangani Sekretaris Dewas, Ir. Silmi, MT. Namun, lagi-lagi para pensiunan dibuat kecewa. Pasalnya, isi surat balasan itu tak juga memberi kepastian. Tanpa jadwal rapat, Dewas mengaku akan membahas masalah pesangon para pensiunan dengan Direksi Tirtanadi.

“Karena itulah kami menjerit. Nilai pesangon kami tentu beda-beda. Tergantung masa kerja. Tapi kalau dirata-ratakan, masing-masing pesangon kami Rp 500 juta,” ucap pensiunan lain dalam rapat para teman senasib itu.

Mereka cukup stress karena masalah tersebut. Bahkan, rekan-rekan mereka yang akan mamasuki pensiun juga mengaku mulai cemas, hal serupa bakal terjadi.

“Jadi ke mana miliaran uang pesangon kami itu. Kondisi kami sudah sangat stres karena masalah ini. Kawan-kawan lain yang memasuki masa pensiun mulai September (2023) juga mengaku cemas. Kami aja belum jelas, apalagi mereka. Karena itu, jika dalam pekan ini tetap tak ada kejelasan, kami akan membawa masalah ini ke Polda Sumut,” tandasnya.

Baca juga : Anggota Koperasi IWOI Sumut Akan Dibekali Asuransi Kecelakaan Diri

Sementara, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengaku belum mengetahui masalah ini. Namun begitu, Gubsu akan memanggil direksi serta memastikan akan memberikan apa yang sudah menjadi hak para pensiunan tersebut.

“Saya belum dengar itu. Nanti saya panggil direksi dan menanyakannya. Yang jelas, kalau itu memang menjadi hak seseorang atau karyawan yang sudah pensiun, pasti diberikan. Tak mungkin kita tahan-tahan hak orang. Nanti saya panggil si Kabir (Bedi) dulu, biar saya tahu masalahnya,” kata Edy. (KRO/RD/MP)