Dekranasda Sumut Salurkan Bantuan Untuk Perajin di 10 Kabupaten/Kota

43 views
Dekranasda Sumut Salurkan Bantuan Untuk Perajin di 10 Kabupaten/Kota

RADARINDO.co.id – Medan : Dekranasda Sumut Salurkan Bantuan Untuk Perajin di 10 Kabupaten/Kota.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara, Nawal Lubis, menyalurkan bantuan untuk perajin yang terdampak Covid-19 di 10 kabupaten/kota di Sumut.

Bantuan berupa uang tunai tersebut merupakan bantuan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Bantuan dalam rangka HUT ke-41 Dekranas tersebut diserahkan Ketua Bhayangkari Sumut Risma Martuani mewakili Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian kepada Nawal Lubis di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (24/2/2021).


Baca juga : Oknum Polres Pelabuhan Belawan Diduga Habisi Dua Wanita Hingga Tewas 

“Saya menyampaikan bingkisan ini kepada ibu, untuk nantinya bisa disampaikan kepada perajin binaan Dekranasda Sumut. Ini merupakan bantuan dari Ketua Harian Dekranas, Ibu Tri Tito Karnavian, semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” ujar Risma.

Didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari, Nawal langsung menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada tiga perajin yang berasal dari Kabupaten Samosir, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Masing-masing perajin menerima bantuan Rp2 juta.

Daerah yang mendapatkan bantuan tersebut meliputi Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Toba.

Baca juga : Ulasan Peristiwa Tahun 2020

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia menantang kita untuk beralih ke pasar digital, memasarkan dan mempromosikan produk yang kita hasilkan secara daring,” sebut Nawal mengajak perajin mulai memasarkan hasil karyanya dengan memanfaatkan teknologi.

Christian, salah seorang perajin yang menerima bantuan dari Tapanuli Utara, mengaku senang. Karena, menurutnya, saat ini sudah banyak perajin gitar yang terpuruk.

“Usaha Gitar Sipoholon ini sudah dari ayah saya, sejak tahun 1950-an, dulu banyak di daerah Taput yang mengusahakan ini, dengan adanya Covid-19, membuat perajin gitar menjadi kian terpuruk, dengan bantuan ini kami pun merasa terbantu,” ujarnya. (KRO/RD/wsp)