Demo Pertanyakan Penyelesaian Lahan Ex HGU PTPN2 Seluas 5.873,06 Ha, Ini Penjelasan BPN Sumut

640

RADARINDO.co.id – Medan : Lahan Ex HGU PTPN2 Tanjung Morawa seluas 5.873,06 ha kembali menghangat jadi pembicaraan.

Hal ini yang disampaikan warga yang tergabung dalam Forum Kaum Tani Laucih (FKTL). Mereka menggelar aksi demo di depan kantor BPN Sumut, Jln Brigjen Katamso Medan, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga : PT Medan Kuatkan Putusan PN Padang Sidempuan Perkara Orangutan

Dalam aksinya massa yang datang dengan mengendarai puluhan angkot ini turut membawa spanduk ucapan selamat datang atas kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kota Medan, dan membentangkannya di lokasi aksi.

Massa aksi juga meminta perhatian Presiden Jokowi agar menangkap oknum yang tidak bertanggungjawab mengenai tanah lahan sengketa umumnya di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

Massa mempertahankan lahan dan tanaman yang terletak di Desa Simalingkar, Kecamatan Pancur Batu, bahkan sejumlah tempat lainya termasuk di Percut Sei Tuan, Batangkuis, Tanjung Morawa bahkan sampai Kabupaten Langkat.

Konon menurut mereks sampai saat ini tidak kunjung selesai. Anehnya, banyak oknum mafia yang bermain dilahan Ex HGU.

Salah seorang utusan BPN Sumut menyampaikan bahwa lahan Ex HGU PTPN2 yang sudah dikuasai dan diusahai agar didaftarkan nominatifnya ke kantor Gubsu.

“Karena makanisme itu harus dipatuhi. Percuma bapak dan ibu menguasai lahan tapi tidak diajukan pendaftaran nominatif”, ujar utusan BPN Sumut kepada masa.

Mendaftarkan saja juga tidak cukup, ujarnya lagi. Tapi harus dibarengi bukti-bukti surat menyurat atau alas hak yang lengkap.

Baca Juga : Ketua PITI Sumut TD. Sulaiman Hadiri Pelantikan Gubernur Aceh

“Setelah itu tim verifikasi dan kajian bersama PTPN2 akan menerbitkan surat perintah pembayaran, lalu bayar ke bank kemudian baru bisa mengajukan ke BPN,” tegasnya mengakhiri.

Aksi demo berlangsung tertib dengan pengawalan personel kepolisian tampak bersiaga untuk menjaga jalannya aksi agar berlangsung aman dan kondusif.

(KRO/RD/ANS)