Dirut Bulog Ungkap Hutang Perusahaan Capai Rp 7 Triliun

32

RADARINDO.co.id – Jakarta : Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso mengungkap bahwa hutang perusahaan untuk pengadaan beras telah mencapai Rp 7 triliun. Hal ini diungkapkannya usai rapat dengan Komisi IV DPR RI.

Baca juga : Target Cakupan IKD di Humbahas 35.516 Jiwa

“Itungan persisnya saya nggak tau ya, karena ini pengadaan-pengadaan. Berapa kemarin itu Rp 7 triliun,” ungkapnya kepada wartawan, di Kompleks DPR RI, melansir detikcom, Rabu (05/4/2023).

Sementara, hutang pemerintah ke Bulog tersisa Rp 2,6 triliun. Pria yang akrab disapa Buwas (Budi Waseso) itu, mengatakan bahwa hutang tersebut sejak tahun 2020, namun sebagian sudah dibayarkan.

Perum Bulog sendiri sejauh ini memang sering kali melakukan pinjaman ke bank-bank Himbara untuk membeli beras, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini pernah diakui oleh Buwas dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI belum lama ini.

Baca juga : Polrestabes Medan Gerebek Kampung Narkoba di Tembung

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin juga menyinggung hutang Bulog yang semakin meningkat. Awalnya Sudin mempertanyakan kepada Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi apakah pemerintah sudah menyiapkan dana untuk Bulog membeli beras impor. Ia meminta agar Bulog jangan sampai meminjam uang terus ke bank hingga bunganya meningkat.

Sudin meminta agar Arief mengatakan kepada Presiden, Joko Widodo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk menanyakan soal anggaran impor beras. (KRO/RD/DTK)