Ditanya Soal Dugaan Pungli, Eh Oknum Kades Bagelen Malah Ancam Habisi Wartawan

110 views
Ditanya Soal Dugaan Pungli, Eh Oknum Kades Bagelen Malah Ancam Habisi Wartawan
Ditanya Soal Dugaan Pungli, Eh Oknum Kades Bagelen Malah Ancam Habisi Wartawan

RADARINDO.co.id-Pesawaran : Ditanya Soal Dugaan Pungli, Eh Oknum Kades Bagelen Malah Ancam Habisi Wartawan. Ketika ditanya soal dugaan pungli dana pekerja Pengiring Air Sawah (iLi ILi-Red) eh oknum Kepala Desa Kades Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, malah ancam akan habisi wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Sebelumnya, wartawan yang mendapat informasi tersebut ingin mencari tahu kebenaran cerita tersebut, dengan melakukan konfirmasi. Sayangnya, saat hendak konfirmasi terkait dugaan perampasan upah buruh pekerja ili ili sawah, di desa bagelen, malah mendapat pelayanan yang kurang bersahabat, Minggu (09/05/2021).

Supriono, salah seorang buruh ili ili mengeluhkan setiap hasil upah yang di berikan petani terkait hasil keringat yang dia kerjakan setiap hari diduga selalu di minta oleh oknum Kades Bagelen, tanpa adanya penjelasan.

Lebih lanjut Supriono, menjelaskan kepada awak media (Yl, Smsd, Rn, Hr) saat ditemui di kediamannya menceritakan keluhannya, pada tahun 2020 awal Kepala Desa Bagelen baru menjabat dan dilatik.


Baca juga :  Bupati Pesawaran Sampaikan Amanat Kapolri Pada Operasi Ketupat Krakatau

Supriono menceritakan jika dirinya telah di panggil oleh Kepala Desa untuk datang ke kantor desa. Setibanya di Balai Desa, Supriono diminta oleh kepala desa untuk membantu membeli peralatan kantor (printer) dengan sangat terpaksa Supriono memberikan sejumlah uang Rp1.500.000.

Demikian dituturkan Supriono kepada awak media dan LSM. Tak hanya sampai disitu, disaat panen kedua pada tahun 2020 akhir, kembali kepala desa kembali mengutus saudara Iwan guna meminta bagian dari hasil dirinya bekerja.

Namun saat itu saudara Iwan mengutus saudara Soleh untuk meminta uang setoran kembali dengan dalih diperintahkan oleh pemerintah desa dengan tanpa memberikan penjelasan.

Dengan terpaksa korban memberikan uang sebesar Rp1.500.000, yang mana uang tersebut merupakan hasil tabungan ia bekerja guna mencukupi kebutuhan keluarga.

Tak hanya sampai disitu,  saat panen ketiga tahun 2021 awal hal tersebut kembali terulang, namun kali ini bukan berupa uang yang di ambil namun padi sebanyak 17 karung padi dengan cara dua kali pengambilan yang pertama 8 karung yang kedua 9 karung, yang merupakan hasil pemberian dari para petani karena dirinya bekerja dan membantu petani dalam penyediaan stok air pada areal pesawahan warga, pungkas Supriono.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

“Saya sangat terpaksa memberikan apa yang kades minta, kerena saya ga tahan selau di tanya hasil upah ili ili yang saya kumpulkan dari masyarakat para petani, bahkan saya enggak rela dan gak ikhlas hasil keringat saya di ambil,” rintih Supriono.

Saat hendak dikonfirmasi terkait keluhan dari masyarakat, Merdi selaku oknum Kepala Desa Bagelen melakukan hal yang tak terpuji kepada para wartawan dan LSM yang hendak melakukan konfirmasi.

Ketika tiba di rumah Kepala Desa, Tim yang hendak melakukan konfirmasi terkait hal ini, tidak mendapatkan sambutan dengan baik, namun pada saat itu kepala desa telah mengumpulkan massa dan dengan sengaja dirinya mengintruksikan pada masa untuk bergerak guna menghalau awak media dan LSM yang hendak melakukan konfirmasi.

Dirinya mengancam dan telah mengumpulkan masa untuk megintimidasi beberapa awak media dan LSM yang mendatangi kediaman nya hendak konfirmasi, Sabtu (08/05).

Merdi mengucapkan nada ancaman dan merendahkan propesi wartawan dan LSM serta Ormas dengan suara lantang Merdi mengucapkan “Saya ga urus kamu mau wartawan kek, apa itu LSM, dan Ormas. Untuk apa kamu ke sini. Sudah, ngurusi desa saya, Jadi kalau macam-macam, kamu semua, saya bantai di sini.” Ucapan Kepala Desa Merdi dengan lantang sambil menuding kan tangannya kepada awak media dan LSM beserta petugas ili-ili desa Bagelen.

Tak hanya disitu, kepala desa juga telah menginstruksikan kepada warganya untuk melakukan aksi anarkistis kepada yang ada, sempat terjadi adu mulut antara Kepala Desa dengan petugas Ili Ili yang dituduh telah mencemarkan nama baik, namun petugas tersebut menyangkalnya.

Melihat situasi pada saat itu tidak memungkinkan, maka ketua DPC LSM Gedong tataan Samsudin mengajak rekan rekannya untuk tidak menanggapinya, sebab insiden tersebut kerucut kearah kontak fisik.

Atas keputusan yang diambil tersebut terpaksa tim harus memutar arah, beruntung tidak terjadi kontak fisik atas peristiwa tersebut.

Baca juga : Bupati Pesawaran Himbau masyarakat Tidak Mudik

Atas aksi yang tak terpuji yang dilakukan oleh kepala desa tersebut, hal ini menuai pertentangan keras dari beberapa aleansi dari wartawan, LSM dan Ormas dan permasalahan ini menjadi perhatian dari semua pihak, sebab dalam tugas peliputan ataupun investigasi yang dilakukan baik wartawan ataupun LSM dilindungi Undang-undang Pers No 40 tahun 1999.

Anehnya, setelah kepala desa Bagelen di konfirmasi melalui SMS WhatsApp oleh media ini, iya tidak membenarkan.
“Tidak benar”, ungkap Kades Bagelen.

Sejumlah warga yang tidak mau disebutkan namanya, menyesalkan sikap oknum Kades yang dinilai arogan.

“Tidak tertutup kemungkinan sejumlah aktivis LSM dan media bakal mengadukan kasus tersebut kepada pihak yang berkompeten karena oknum Kades telah mengancam dan menghalangi tugas Pers”, ujarnya.

“Oknum Kades telah melanggar Undang Undang Pokok Pers nomor 40 tahun 1999,” ujar sumber menambahkan.

Hingga berita ini dilansir, Camat Gedong Tataan belum berhasil dimintai keterangan, karena tidak berada ditempat (KRO/RD/Amrul)