Ditegur Lantaran Langgar Protokol, Oknum Anggota DPRD Ini Malah Maki Petugas dengan Kata Kotor

33 views

RADARINDO.co.id – Pasaman : Sebuah yang menayangkan oknum anggota DPRD Pasaman, Sumatera Barat terlibat adu mulut dengan petugas perbatasan pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Agam, viral di sejumlah dunia maya.

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, oknum anggota DPRD tersebut ditegur oleh petugas karena tidak mematuhi atau melanggar protokol yang ada saat melintas di perbatasan Kabupaten Agam dan Pasaman.

“Iya memang ada kejadian tersebut, oknum DPRD Pasaman itu cekcok dengan petugas karena tidak pakai masker, ia juga sempat mengeluarkan kata-kata kotor ke petugas,” kata Kepala Posko Covid-19 Agam Syafrizal, dikutip dari Liputan6.com, Rabu (13/5).

Syafrizal menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 10.40 WIB, saat petugas memberhentikan mobil Pajero yang melintas untuk diperiksa kesehatan penumpangnya.


Kemudian, saat diberhentikan pihaknya mendapatkan tatapan tidak senang dari sopir dan penumpang, ketika diminta turun dari mobilnya hanya sopir yang turun.

Sopirnya langsung memeriksakan kesehatan dan masuk kembali, tetapi oknum Anggota DPRD Pasaman berinisial M itu tidak kunjung turun. Petugas bersikeras menyuruh oknum wakil rakyat itu turun, hingga akhirnya dipatuhi dan memeriksakan suhu tubuhnya di posko.

Petugas tetap tidak mengizinkan mobil tersebut melintas dan menyuruh putar arah karena sopir dan penumpangnya tidak memakai masker. Syafrizal menyebut hal yang sama juga diberlakukan untuk kendaraan yang melintas lainnya. “Masker saya tidak tahu letaknya dimana,” kata Syafrizal menirukan ucapan oknum Anggota DPRD Pasaman itu.

Bukannya mematuhi instruksi petugas, wakil rakyat itu malah memerintahkan sopir untuk melajukan kendaraan dan meninggalkan petugas. “Saat pergi oknum anggota DPRD Pasaman itu mengeluarkan kata-kata kotor,” ujarnya.

Syafrizal menyebut kejadian itu sangat tidak pantas, karena virus corona tidak tebang pilih dalam penyebarannya. “Pengendara yang lain kami harap dapat mematuhi aturan ini untuk keselamatan bersama,” harapnya.

Sementara terkait hal tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pasaman secara resmi melayangkan surat peringtatan pertama untuk M.

Hal ini sesuai dengan instruksi Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade yang mengingatkan semua kader Gerindra di daerah itu untuk melayani masyarakat, bukan membuat masalah di masyarakat.

“Saya sudah instruksikan DPC Pasaman untuk memanggil dan menegur yang bersangkutan. Dan sepertinya DPC sudah mengirim surat dimaksud,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, Rabu.

Dalam surat bernomor 01/SP/DPC-Gerindra/Pasaman.05/2020 tertanggal 12 Mei 2020, DPC Gerindra Pasaman menyebutkan, bahwa Martias sudah melakukan pelanggaran.

Selain tidak mau menerima saran dan arahan dari petugas check point PSBB untuk mengenakan masker, Martias juga dianggap mengeluarkan kata-kata kasar kepada petugas, serta tidak memiliki surat tugas perjalanan dinas. (KRO/RD/Lp6)