Dugaan Korupsi Gedung Kuliah TA2018 Rp44,9 Miliar Mantan Rektor UINSU “Gol”

478
Dugaan Korupsi Gedung Kuliah TA2018 Rp44,9 Miliar Mantan Rektor UINSU "Gol"
Dugaan Korupsi Gedung Kuliah TA2018 Rp44,9 Miliar Mantan Rektor UINSU "Gol"

RADARINDO.co.id-Medan : Dugaan Korupsi Gedung Kuliah TA2018 Rp44,9 Miliar Mantan Rektor UINSU “Gol”. Pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU TA 2018 senilai Rp44,9 Miliar menguap.

Mantan Rektor UINSU, SR yang disebut sebut sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab “Gol” ditangan penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Senin (28/6/2021).

Berdasarkan keterangan sumber, SR merupakan salah satu dari 3 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU Tahun 2018 yang ditetapkan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut.

Baca juga : TNI AL – Lantamal I Laksanakan Serbuan Vaksinasi Memasuki Hari Ketiga

Sedangkan kedua tersangka lainnya SS dan JS mengalami nasib yang sama. Ketiga tersangka usai penyidik Polda Sumut melakukan penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti (P22) ke pihak Kejari Medan.

“Kejari Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU Tahun Anggaran 2018 dari penyidik Polda Sumut kepada jaksa penuntut umum pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Medan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Medan, Bondan Subrata dalam siaran persnya di grup WhatApps, Senin malam.

Para tersangka melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dan melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P-21) pada tanggal 14 Juni 2021 lalu. Sedangkan dua tersangka lainnya, SS yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan JS selaku Direktur PT. MKBP.

keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Perkara dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU Tahun Anggaran 2018 dengan nilai kontrak Rp 44.973.352.461 yang dikerjakan oleh kontraktor PT MKBP,” ujar Bondan.

Pembangunan gedung tersebut kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp 10 miliar lebih, terang Bondan.

Lihat juga : Kemenag Dan MUI Labusel Gelar Pengajian Bersama Warga Binaan Rutan Kelas III

Selanjutnya, kata Bondan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan telah menerbitkan Surat Perintah kepada Tim JPU yang terdiri dari JPU dari Kejati Sumut dan Kejari Medan akan segera menyiapkan dakwaan untuk dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

Selain dari ketiga tersangka tersebut, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima, di antaranya sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penangananan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Hingga berita ini dilansir, Ketiga tersangka belum dapat dimintai keterangan. (KRO/RD/MB)