Eks Kantor Kebun Helvetia Akan Dibangun Mall, Begini Tanggapan Humas PTPN II

596
Eks Kantor Kebun Helvetia Akan Dibangun Mall, Begini Tanggapan Humas PTPN II
Eks Kantor Kebun Helvetia Akan Dibangun Mall, Begini Tanggapan Humas PTPN II

RADARINDO.co.id- Deli Serdang : Eks Kantor Kebun Helvetia Akan Dibangun Mall, Begini Tanggapan Humas PTPN II

Eks kantor Adm Kebun Helvetia PTPN II tersebar isu akan dibangun Mall. Kabar tersebut tidak menjadi rahasia umun lagi.

Terkait isu tersebut, Ka. Subbag Humas PTPN II Sutan BS Panjaitan yang dikonfirmasi akan hal itu menjawab terkesan menutup-nutupi cerita sebenarnya sehingga muncul persepsi isu pembangunan mall benar adanya.

“Kita lihat nanti apa kegiatannya”, ujar Sutan via HP Senin (8/3/2021) siang.

Baca juga : Palsukan Surat Tanah Bersama Oknum Kades di Balige Terancam Pidana 

– RADARINDO.co.id: Kami lihat di bekas kantor Adm Kebun Helvetia saat ini sedang ada aktifitas alat berat meratakan tanah, mau ada pembangunan apa disitu ya pak Sutan.

– Humas PTPN II : Ya ada kegiatan perusahaan aja kenapa rupanya. Itukan milik PTPN II.

-RADARINDO.co.id: Apakah pihak PTPN II ada rencana mau membangun disitu pak?.

– Humas PTPN II : Kita lihat nanti apa kegiatannya.

– RADARINDO.co.id : Oh jadi sekarang ini masih hanya sebatas pembersihan lahan saja ya pak.

– Humas PTPN II : Kita lihat nanti apa yang mau dikerjakan, kan PTPN 2 pasti ada program kerjanya.

– RADARINDO.co.id : Berarti sampai sejauh ini belum ada rencana pembangunan disitu ya pak?

– Humas PTPN II : Yang penting gini, itu kan tanah PTPN II intinya kesitu dulu, kita jangan kemana-mana. Itu program kerja PTP, Sertifikatnya Nomor 111. Kita mengerjakan hak kita tapi banyak orang nanya-nanya untuk apa, kita lihat aja nanti kan gitu.

– RADARINDO.co.id : Ada info yang kita dapat bahwa di atas lahan tersebut akan dibangun Mall, benarkah?

– Humas PTPN II : Kita lihat aja nanti apa yang mau dibangun. Nanti kan nampak sendiri nya itu.

– RADARINDO.co.id : Bagaimana dengan perizinan pembangunannya pak?.

– Humas PTPN II : Perusahaan gak mungkin gak punya izin membangun suatu kegiatan, kan gitu, ya. Kita lihat aja nanti ya.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, marak beredar isu bahwa bekas (eks) kantor Adm Kebun Helvetia seluas sekitar 7 Ha yang berlokasi di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang, sudah dijual kepada pihak swasta dan akan dibangun sebuah mall (pusat perbelanjaan).

Baca juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Tahfizh Qur’an

Isu tersebut beredar luas di beberapa kalangan di Kecamatan Labuhan Deli, mulai dari staf di kecamatan, pensiunan PTPN II, wartawan senior yang bermarkas di Labuhan Deli dan masyarakat lainnya.

Amatan RADARINDO.co.id bahwa lokasi lahan eks Kebun Helvetia tersebut memang sangat strategis untuk dibangun sebuah Mall. Sebab di sekitar lokasi lahan tersebut selain sudah banyak gedung bertingkat dan dekat akses jalan tol, juga berada persis di persimpangan jalan protokol yang situasi lalu lintas kendaraannya sangat padat.

Adapun aktifitas yang saat ini berlangsung di atas lahan tersebut yakni aktifnya pergerakan alat berat buldozer Type D6 untuk meratakan tanah.

Beberapa unit bangunan yang sebelumnya berdiri di atas lahan tersebut yang terdiri dari,
kantor Menejer (ADM) Kebun Helvetia, kantor Papam, Balai Karyawan, Sekolah TK dan Rumah Dinas serta Gudang Pengepakan Tembakau,
kini sudah rata dengan tanah.

Dan di sekitar aktifitas alat berat tersebut juga tidak terlihat keberadaan papan plank IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Deli Ferry, kepada Radar beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya belum pernah menerbitkan Surat Rekomendasi (Surat Keterangan) atas kegiatan tersebut.

“Kalau untuk pembangunan mereka gak ada buat permohonan ke kita. Kita gak tau mereka mau bangun apa”, ujar Kasi Trantib Ferry.

Dikatakan Kasi Trantib yang slow ptofil itu lagi bahwa setiap adanya pembangunan di wilayah kerja Kecamatan Labuhan Deli, wajib membuat Surat Permohonan kepada mereka untuk diteruskan ke Kantor Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang agar terbit Surat Izin Mendirikan Bangunan.

Sementara itu, Ketua LSM Torpedo Sumut, Zainuddin Limbong ketika dimintai tanggapannya terkait aktifitas alat berat di lahan eks komplek perkantoran ADM Kebun Helvetia yang diduga akan dibangun Mall tapi diduga tidak ada izin mendirikan bangunan, sangat menyayangkan hal itu.

“PTPN II itu adalah sebuah perusahaan milik negara, mestinya memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kalau memang di atas lahan dimaksud akan ada sebuah pembangunan, ya mestinya terlebih dahulu diurus izin membangunnya. Setelah izin keluar baru boleh memulai kegiatan. Harus taat peraturan lah”, ujar Limbong saat dikonfirmasi di kantornya di Jalan Kejaksaan No. 6 Medan, Senin (8/3/2021) siang. (KRO/RD/Ganden)