Eks Ketua KPU Tersandung Kasus “Tali Air” Mirip “Penjahat Kelamin”

29

RADARINDO.co.id-Medan: Oh my god, nama eks ketua KPU menjadi populer, tak perlu kampanye nama Hasyim Asyari pun viral hingga mendunia, karena terkandung kasus “tali air” hingga mirip “Penjahat Kelamin”.

Baca juga : Proyek Jalur KA Besitang – Langsa Rugikan Negara Rp1,15 Triliun

Akhirnya, Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy’ari ketahuan melakukan tindakan terstruktur demi mendekati Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, wanita berinisial CAT.

Upaya pendekatan tersebut berujung pada tindakan asusila yang dilakukan Hasyim Asy’ari kepada CAT. Dalam sidang putusan etik yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Rabu (3/7/2024) terungkap perbuatan asusila Hasyim terhadap CAT dilakukan saat di Amsterdam, Belanda.

Ia mengajak korban, CAT, yang merupakan PPLN Den Hag untuk mendatangi hotel. Dalam pertemuan di Hotel Van der Valk, Amsterdam, Belanda itu, keduanya berbincang sampai akhirnya Hasyim mengajak CAT untuk berhubungan badan.

“Pengadu kemudian datang ke kamar teradu dan berbincang-bincang di ruang tamu kamar teradu. Dalam perbincangan tersebut, teradu merayu dan membujuk pengadu untuk melakukan hubungan badan,” kata majelis hakim Ratna Dewi Pettalolo saat membaca, sesuai dilansir dari sejumlah media. Pada akhirnya hubungan badan itu terjadi, sambungnya.

Hingga akhirnya, DKPP memutuskan mengabulkan seluruh pengaduan CAT terkait tindakan asusila yang dilakukan Hasyim Asy’ari terhadapnya. DKPP pun menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Hasyim selaku ketua merangkap anggota KPU terhitung putusan sidang dibacakan, Kamis (4/7/2024).

Baca juga : Bobby Ingin Warga Medan Makin Sejahtera

Putusan tersebut tertuang dalam salinan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024.

Konon, Hasyim pertama kali bertemu CAT saat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Bali pada Juli 2023 akhir hingga awal Agustus 2023. Bimtek tersebut diikuti pengadu yakni CAT dan seluruh anggota PPLN dunia, dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menjadi PPLN.

Terungkap fakta lainnya bahwa Hasyim kerap membiayai perjalanan CAT dari Belanda ke Indonesia ataupun sebaliknya. Hasyim juga kerap antar jemput CAT dengan menggunakan fasilitas negara.

Anggota DKPP, Ratna Dewi Pettalolo menyebut, Hasyim memang tidak menggunakan fasilitas negara berupa uang.

Kasus ini viral mendunia tak perlu kampanye. Beragam pendapat ekonomi ketua KPU Tersandung Kasus “Tali Air” mirip “Penjahat Kelamin”. Oh my god. (KRO/Dikutip berbagai sumber)