Fosil Parasit Berusia 500 Paling Awal di Bumi Ditemukan

29 views

RADARINDO.co.id – Jakarta:
Benda berusia ratusan bahkan ribuan tahun lalu pasti memiliki daya tarik sendiri untuk dilakukan penelitian. Salah satu fosil parasit berusia 500 tahun yang konon paling awal di bumi kembali menjadi perhatian hangat khususnya bagi kalangan akademis di perguruan tingggi.
Mereka tertarik untuk melakukan penelitian mulai asal usul fosil, kemudian kontruksi hingga aspek kekuatan gaib lainya, menarik menjadi kajian.
Hubungan antara parasit dan inang ternyata sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu. Dalam sebuah studi baru, para peneliti berhasil menyajikan bukti pertama hubungan parasit dengan inangnya.
Bukti tersebut ditunjukkan melalui temuan fosil cacing berbentuk pipa yang menempel pada bagian luar brachiopoda (Neobolus wulongqingensis), hewan laut mirip dengan moluska modern. Melansir dari Inverse, Selasa (2/6/2020) cacing berbentuk pipa ini rupanya secara efektif mencuri makanan brachiopoda.
Berdasarkan studi yang dilakukan, contoh awal parasitisme ini terjadi tak lama setelah ledakan Kambrium, sekitar 540 juta tahun lalu. Pada periode itu, hewan-hewan pertama Bumi saling melakukan diversifikasi. Ini artinya, hubungan parasit-inang sama tuanya dengan banyak garis keturunan hewan pertama di muka Bumi.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature itu juga menyebut bahwa mengidentifikasi fosil parasit bukan perkara yang gampang. Akan tetapi, saat peneliti menemukan fosil brachiopoda di Yunnan, China, mereka menyadari jika ada parasit yang hidup di luar cangkangnya. Menariknya, parasit tidak menghinggapi inang lain yang ada di dekatnya, seperti trilobita.
Ini menunjukkan ada hubungan khusus yang terjadi. Menurut laporan penelitian, fosil-fosil menunjukkan jenis paratisme yang disebut dengan kleptoparasitisme yakni parasit akan mencuri makan dari inang hingga membuatnya lemah, hal ini sesuai dilansir dari kompas.com belum lama ini.
Disebutkan bahwa ada cacing parasit menempel persis pada mulut brachiopoda, sehingga ia dapat dengan mudah parasit makanan ke mulut mereka sendiri. Akibatnya, brachiopoda yang ditempeli cacing parasit tidak tumbuh sebesar brachiopoda lainnya. Intinya, hubungan dalam kasus ini tidak saling menguntungkan. Temuan ini pun membuktikan jika parasitisme sudah ada di dunia.
Namun tidak tertutup kemungkinan temuan temuan dan penelitian lain akan memberikan tanggapan yang tidak sama tentang fosil. (KRO/RD/kmps.com)