Geliat PKL di Komplek BTC Guna Menambah Perekonomian Keluarga

38

RADARINDO.co.id-Labuhan Deli : Guna membantu penghasilan perekonomian keluarga, tak jarang semua unsur yang ada di dalam rumah tangga tersebut ikut bekerja.

Baca juga : Kapolda Sumut Tanam Pohon di Mapolres Belawan

Unsur di dalam sebuah keluarga yang terdiri dari kepala rumah tangga, istri dan anak, tak jarang juga ikut mengambil peranan dalam bekerja menambah penghasilan keluarga.

Seperti halnya para pedagang kaki lima (PKL) yang tampak banyak berjualan di pinggiran jalan komplek pertokoan Brayan Trade Center (BTC) Jalan Veteran Desa Helvet Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang.

Umumnya para pedagang kecil yang berjualan di kawasan itu tampak masih berusia muda. Adapun barang dagangan yang dijajakan oleh mereka adalah beragam. Mulai dari jajanan makanan, minuman, buah-buahan, aksesoris, elektronik HP, pulsa, dan lain sebagainya.

Geliat para pedagang itu tentu tidak terlepas dari sulitnya mencari lapangan pekerjaan sehingga mereka lebih memilih berjualan agar tidak menambah jumlah pengangguran di Kota Medan sekitarya yang saat ini jumlahnya sudah sangat signifikan.

Baca juga : Kades Manunggal Lakukan Penataan Wilayah

Salah seorang PKL di komplek BTC yang akrab disapa Nana, merupakan salah seorang dari puluhan pedagang di area itu. Wanita berusia sekitar 24 tahun itu berjualan minuman ringan berupa Es Teh Jumbo dengan harga hanya Rp 3 ribu/cup.

Saat ditemui media ini dilokasi dagangannya persis di seberang sekolah Sinar Husni, Rabu (29/5/2024), Nana mengatakan bahwa ia berjualan untuk menambah uang jajannya agar tidak membebani orangtua.

“Saya suka berusaha sendiri daripada membebani orangtua. Ya itung-itung membantu ortu-lah,” ujar Nana yang terpaksa berhenti kuliah di semester akhir karena ortunya kekurangan biaya untuk wisuda.

Nana yang sebelumnya kuliah di Universitas IAIN Cabang Marelan jurusan Ekonomi itu mengaku pernah bekerja di beberapa perusahaan elektronik dan cat di Kota Medan. Namun karena sistem kontrak outsorching, membuat dirinya berulangkali putus kontrak sehingga akhirnya memilih untuk buka usaha sendiri dengan berjualan Es Teh Jumbo. (KRO/RD/Ganden)