Gudang Penadah CPO Ilegal Marak, Polres Batu Bara “Tutup Mata”

420

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Gudang penyimpanan Crude Palm Oil (CPO) diduga ilegal marak di sepanjang jalan utama wilayah hukum Polres Batu Bara. Diantaranya, berlokasi di jalan Limapuluh menuju kota Perdagangan, Dusun 1 Desa Sumber Makmur, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara.

Baca juga : Polsek Padang Bolak Tempel Imbauan Larangan Jual Beli Petasan

Gudang penampungan minyak CPO itu bebas beroperasi, terkesan menunjukkan “lemahnya” pengawasan pihak Polres Batu Bara dalam memberantas tindak kejahatan penadahan CPO diduga ilegal itu.

Polda Sumatera Utara (Poldasu) melalui Polres Batu Bara, terkesan “tutup mata” dengan maraknya gudang-gudang penampungan CPO yang diduga ilegal tersebut. Padahal, lokasi gudang berjarak hanya sekira 3 km dari Mapolres Batu Bara.

Pantauan dilokasi, Rabu (05/4/2023), gudang CPO yang menggunakan penutup tenda warna biru itu diduga sedang melakukan aktivitas menampung CPO dari truk tanki, alias “kencing”, dengan modus menutup jalan masuk ke lokasi gudang dengan tenda biru yang digantungkan pada sebatang bambu melintang diatas dan akan di buka tutup manakala truk tanki masuk dan keluar dari lokasi gudang.

Aktivitas truk tanki “kencing” CPO di gudang diduga ilegal itu seperti tidak pernah tersentuh hukum, meski terlihat sangat mencolok dan kerap menimbulkan kemacetan.

Baca juga : Kapolri Tegaskan Komit Perkuat Pemberantasan Korupsi

Ada dua hingga tiga orang didalam pos untuk mengarahkan sopir truk tanki yang akan masuk dan kencing CPO kedalam gudang itu. Menurut warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, selain menerima truk tanki pengangkut CPO “kencing”, gudang itu juga sebagai penadah sawit dari truk-truk yang mengangkut tandan buah segar (TBS) milik PTPN.

“Kalau truk tanki kencing CPO kebanyakan sore hari masuk gudangnya, tapi kalau truk angkutan TBS dari PTPN lebih sering masuk gudang sekira jam 1 dan 2 malam,” kata sumber tanpa menjelaskan dari PTPN berapa.

Menurut sumber, aktivitas ilegal di gudang itu terkadang mengganggu pengguna jalan didepan lokasi gudang, dikarenakan banyaknya truk tanki parkir dipinggir jalan yang akan masuk kelokasi gudang. (KRO/RD/DHASAM)