Gunung Semeru “Batuk” Awan Panas Warga Cemas Pertanda Apa?

153

RADARINDO.co.id-Jakarta: Januari diawal tahun 2021, sang Khalid menunjukan KebesaranNya. Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air baru baru masih menyisakan kepedihan yang mendalam.

Bencana diawal tahun 2021 seakan menjadi pertanda bumi sedang berduka. Namun semua terjadi karena izin dan kehendak Allah SWT Tuhan Yang Maha Besar.

Menyusul, Gunung Semeru “Batuk” awan panas guguran, yang sempat membuat warga cemas. Warga sempat panik dan berhamburan menjauh dari lokasi kejadian, Sabtu (16/01/2021) pukul 17.24 Wib.

Apalagi jarak luncur kurang lebih 4, 5 kilometer. Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin. Masyarakat yang tinggal di seputaran wilayah tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa kepanikan, atas bencana alam itu.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq kepada media setempat mengatakan perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

Dimana Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas.

Mengenai status gunung, sumber setempat menyebutkan saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau ‘Waspada’ dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya diminta agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi.

Sebab hal tersebut dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin, yang dapat membahayakan warga. Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian atau Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Demikian disampaikan dalam rilis resminya Badan Nasional penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Pusat Jakarta. (KRO/RD/BUDI SUDARMAN)