ACEH  

Heboh, Rapat Anggota DPRA Diduga Diwarnai Keributan

RADARINDO.co.id – Aceh : Rapat pembahasan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (17/11/2025) lalu, diduga diwarnai keributan.

Kericuhan yang diduga melibatkan Ketua DPRA, Zulfadhli, dengan anggota DPRA dari Fraksi PKB, Muhammad Iqbal tersebut, sempat bikin heboh.

Baca juga: Puluhan Unit Rumah Mewah di Komplek Marivott Medan Diduga Tanpa PBG

Informasi menyebutkan, kejadian bermula ketika rapat yang dipimpin Ketua DPRA digelar di ruang kerja Wakil Ketua II DPRA, Ali Basrah dan dihadiri sejumlah anggota legislative lainnya guna membahas poin-poin teknis penyusunan RKT tahun anggaran 2026.

Menurut sumber internal yang berada di lokasi, suasana rapat sejak awal memang terasa cukup tegang. Beberapa anggota dewan disebut memiliki pandangan berbeda mengenai alokasi program dan prioritas anggaran, termasuk antara Zulfadhli dan Muhammad Iqbal.

Ketika memasuki sesi pembahasan poin krusial, perdebatan antara Ketua DPRA dan Muhammad Iqbal semakin panas. Nada suara keduanya naik, saling menyanggah, dan beberapa menit kemudian berubah menjadi adu mulut.

Disaat sedang perdebatan, tiba-tiba Zulfadhli melempar tutup toples kue ke arah Muhammad Iqbal, namun tidak mengenai tubuh Iqbal. Tidak terima, Muhammad Iqbal kemudian membalas dengan melempar botol air minum ke arah Abang Samalanga.

Keributan itu membuat ruang rapat Wakil Ketua II DPRA berantakan. Toples kue juga berhamburan dan satu kaki sofa patah.

Kejadian itu langsung dileraikan oleh anggota DPRA lainnya yang berada di ruang tersebut. Zulfadhli kemudian meninggalkan ruang rapat dan menuju ke ruangnya.

Namun, dugaan keributan tersebut dibantah oleh DPRA. Dalam klarifikasi resmi dilansir, Rabu (19/11/2025), yang terjadi hanya perbedaan pendapat biasa dalam proses pembahasan RKT, sebuah dinamika yang lazim dalam forum internal lembaga legislatif.

Tidak ada aksi saling lempar, tidak ada adu fisik, dan tidak ada kerusakan fasilitas sebagaimana disebutkan dalam informasi yang beredar.

Pihak DPRA menegaskan bahwa suasana rapat tetap terkendali dan seluruh agenda berjalan sebagaimana mestinya. Ketua DPRA maupun anggota DPRA Muhammad Iqbal juga tidak pernah terlibat dalam tindakan yang mengarah pada keributan.

Baca juga: Walikota Tanjungbalai Hadiri Penandatanganan MoU/PKS di Medan

DPRA menghimbau seluruh pihak, termasuk media massa dan masyarakat, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memastikan setiap pemberitaan didasarkan pada sumber yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya klarifikasi ini, DPRA berharap masyarakat mendapatkan gambaran yang sebenarnya mengenai situasi internal lembaga, serta menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan citra institusi. (KRO/RD/Tim)