Hidup Itu Bagai Bunga Mawar Tampak Keindahan Namun Terdapat Duri

483
Hidup Itu Bagai Bunga Mawar Tampak Keindahan Namun Terdapat Duri
Hidup Itu Bagai Bunga Mawar Tampak Keindahan Namun Terdapat Duri

RADARINDO.co.id-Medan : Hidup itu bagai bunga mawar yang tampak keindahan, namun terdapat duri yang menyakitkan. Setiap orang pasti memiliki segumpal daging dalam dada itulah hati.

Jika daging itu baik maka baik pula hati seseorang. Sebaliknya bila buruk atau rusak dagingnya, tidak tertutup kemungkian buruk pula hatinya seseorang.

Oleh karena itu, suatu ibadah sangat bernilai disisi Allah ialah “Hati Yang Bening”. Ibadah sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendoakannya agar diberkahi”.

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim, seperti mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, keturunan yang baik, saya mendo’akan “Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya”.

Baca juga : Kapolri Instruksikan Jajaranya Tersangka UU ITE Minta Maaf Tak Perlu Ditahan

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiapkali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah, semoga ia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas dari neraka. Begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdoa “Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya, oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka’”.

Demikianlah sekilas tentan hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu. Hati adalah segumpal daging dalam tubuh setiap manusia.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam Hasan Basri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”. Ia pun terus memperbanyak do’a itu.

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d, sungguh, malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya.

Firman Allah menjelaskan, “Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah’” (Q.S. Asy-Syuuro : 40).

Baca juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Sungguh, itulah hati yang dijadikan shalih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah. Sesuai dikutip dari artikel alilmu.com baru baru ini.

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya. Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan. (KRO/RD/bbg-alilmu.com)