Ilmuwan Temukan Fosil Pertama dari Kasus Kembar Identik

165 views

RADARINDO.co.id-Jakarta:
Para ilmuwan menemukan fosil dua bayi yang baru lahir, sebagai kasus kembar identik paling awal dari sebuah kuburan. Penemuan ini menandai contoh paling awal dari kembar monozigot yang dikonfirmasi oleh analisi DNA purba fosil tersebut.

Ditemukan di situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria, fosil bayi kembar itu dimakamkan di samping bayi berusia 3 bulan yang merupakan kerabatnya, kemungkinan sepupu pertama. Fosil tersebut berasal dari periode Upper Palaeolithic dan sangat langka. Temuan ini mengungkap praktik penguburan manusia purba dan telah dipublikasikan di jurnal Communications Biology.

Kota Krems di Austria merupakan rumah bagi kelompok pemburu dan pengumpul keliling sekitar 30.000 hingga 40.000 tahun lalu. Dalam situs tersebut, para ahli menemukan perapian besar dengan lubang terhubung, penguburan bayi, dan artefak yang terkubur sedalam 5 meter.

Tim arkeologi menggunakan penanggalan radiokarbon untuk mengonfirmasi perkiraan, tetapi penemuan penguburan bayi menyimpulkan bahwa situs tersebut adalah pemukiman Gravettian/Pavlovian. Makam dari fosil bayi kembar itu berbentuk oval dan masing-masing fosil tertanam dalam oker warna merah serta diletakkan berdampingan menghadap ke timur dengan tengkorak mengarah ke arah utara.


Mayat-mayat itu dikubur bersama dengan 53 manik-manik yang terbuat dari gading mammoth. Manik-manik tersebut berukuran seragam dan tidak menunjukkan tanda-tanda aus, yang berarti dibuat sebagai persembahan untuk dua bayi tersebut.

Setelah bayi ditempatkan di kuburan, itu tidak ditimbun dengan tanah melainkan ditutup dengan menggunakan tulang belikat mammoth. Metode penguburan seperti ini dapat membuat mayat diawetkan dengan baik sehingga memungkinkan para ahli untuk melakukan analisis DNA menggunakan gigi bayi yang baru lahir.

Hasil para ilmuwan mengungkapkan bahwa fosil bayi kembar adalah bayi yang baru lahir dan menandai contoh paling awal dari kasus kembar monozigot karena kedua DNA identik. Dilansir dari IFL Science, Rabu (11/11/2020), salah satu bayi yang baru lahir meninggal saat dilahirkan sementara kembarannya mampu bertahan selama kurang lebih 50 hari.

Sementara itu, bayi lainnya yang berusia 3 bulan ditemukan di kuburan kedua yang lebih panjang dan lebih sempit di situs tersebut. Makam ini juga berisi bukti perhiasan untuk mayat tersebut, termasuk peniti jam yang diduga terbuat dari gading mammoth.

Kali ini, kuburan ditimbun kembali dengan tanah sehingga membuat fosil tidak terawetkan dengan baik dibandingkan dengan kuburan bayi kembar. (KRO/RD/Suara)