Ini Anjuran Medis Soal Hubungan Intim dan Posisi yang Disarankan

11

RADARINDO.co.id : Tak hanya pola makan saja yang harus disesuaikan saat puasa Ramadhan. Namun soal hubungan intim hingga posisinya juga perlu diperhatikan. Mulai dari pilihan waktu harus benar-benar diperhitungkan.

Baca juga : Bongkar Rahasia Pria Bikin Menarik Dimata Wanita

Melansir detikcom, dokter urologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU menyarankan untuk tidak memilih waktu berhubungan intim segera setelah makan, karena perut akan terasa tidak nyaman. Misalnya sehabis buka puasa, meski melakukannya sebelum sahur juga bisa jadi pilihan.


“Paling ideal sehabis buka ya, menunggu 1-2 jam habis sholat. Perutnya udah mulai enakan nggak terlalu kenyang. Paling enak tuh malem sih,” saran dr Akbari.

Soal pilihan posisi, menurutnya tidak ada guideline resmi yang mengaturnya. Posisi bercinta seperti apapun boleh dilakukan yang penting masing-masing merasa nyaman dan tentu saja aman.

Baca juga : Ini Alasan Mengapa Wanita Menjauhi Pria Pujaannya

“Paling nyaman sih posisi duduk, paling enak woman on top. Wanita bisa ngatur posisinya, paling enak tuh. Bisa klimaks bareng biasanya,” kata dr Akbari.

Meski demikian, dr Akbari mewanti-wanti risiko cedera Mr P jika tidak hati-hati melakukan hubungan seks pada posisi woman on top. Beberapa kasus penis patah atau fraktur terjadi ketika hubungan intim dilakukan pada posisi semacam ini.

“Nomor satu, atur posisinya senyaman mungkin. Wanitanya jangan duduk terlalu ke belakang, sehingga menarik penis ke arah sana (menjauh). Kalau bisa posisinya lebih kedepan. Kedua, harus yakin bener harus basah. Kalau (Miss V) kering dipaksakan dan Mr P tidak masuk bener, cuma 3/4 misalnya, rentan banget berubah posisi dan itu bahaya,” lanjutnya. (KRO/RD/Dtkh)