Jerman Denda Facebook Lantaran Dinilai Tak Transparan

34 views

RADARINDO.co.id – BERLIN : Kementerian Kehakiman Jerman, Kamis (4/7), meng­umumkan telah mengenakan sanksi denda senilai 2 juta euro kepada Facebook. Perusahaan me­dia sosial terbesar dunia itu dianggap kurang transparan soal pengaduan ujaran kebencian di platformnya. Tagihan denda itu dikirim ke kantor pusat Facebook Eropa di Irlandia.

Facebook dinilai tidak transparan sesuai dengan aturan kewajiban melaporkan pengadu­an sesuai dengan UU Penanggu­la­ngan Ujaran Kebencian yang dalam bahasa Jerman disebut Netzwerkdurchsetzungsgesetz (NetzDG) dan mulai diberlakukan awal 2018.

Menurut UU itu, semua per­usa­haan media sosial yang ber­operasi di Jerman diwajibkan menghapus laman yang memuat ujaran kebencian atau hasutan dalam waktu 24 jam. Sedangkan semua halaman yang memuat “hal-hal yang terlarang secara hukum” harus dihapus dalam waktu 7 hari.

Semua perusahaan media sosial yang beroperasi di Jerman juga harus memberi “Laporan Transparansi” secara berkala ten­tang berapa jumlah pengaduan mengenai ujaran kebencian yang mereka terima dari pengguna (user) dalam periode tertentu.


Kementerian Kehakiman me­nuduh Facebook tidak memberi Laporan Transparansi yang benar dan memberikan “gambaran keliru” mengenai jumlah penga­duan yang diterimanya.

Pada paruh pertama 2018, Face­book melaporkan telah me­nerima 888 pengaduan yang terkait dengan 1704 posting. Dari pengaduan dan pemeriksaan, ada 362 konten yang kemudian dihapus.

Sedangkan YouTube pada pe­riode yang sama melaporkan ada 215.000 konten yang mereka periksa setelah ada pengaduan, dan hampir 29.000 konten dihapus. Twitter menerima hampir 265.000 pengaduan dan sekitar 58.000 konten dihapus. (KRO/RD/ans)