Kantor Hukum Epza Gelar Kegiatan Lawyer Club Jilid Satu

278
Kantor Hukum Epza Gelar Kegiatan Lawyer Club Jilid Satu
Kantor Hukum Epza Gelar Kegiatan Lawyer Club Jilid Satu

RADARINDO.co.id-Medan: Kantor hukum Epza menggelar kegiatan lawyer club jilid 1 dan ngopi bareng bersama wartawan, Kamis (18/2/2021) di ruang meeting Mie Ayam Mahmud Jln Abdullah Lubis Medan.

Acara diskusi ini mengangkat topik: Kontroversi SKB 3 Menteri Tentang Seragam Sekolah”.

Adapun maksud dan tujuan merupakan salah satu program yang sengaja diluncurkan kantor hukum Epza guna memberi edukasi kepada publik.

Hanya saja pada edisi perdana ini, pesertan yang diundang teman-teman dari media.

Baca Juga : Janda dibacok saat berhubungan intim di Sidoarjo

Adapun program, kegiatan ELC ini akan digelar setiap sebulan sekali, dengan melibatkan para pakar dan masyarakat.

Jadi kantor Epza kedepan selain melayani jasa Advis hukum tapi juga memberi pencerahan hukum, salah satunya lewat program ELC.

Turut hadir sebagai nara sumber Dr, Riza Zarzani SH, MH dari Kaprodi PPS MH UNPAB.

Irfan SE dari Dikdasmen kota Medan, Dadang Hermawan Pasaribu MSi dari pengamat politik USU dan Eka Putra Zakran SE pratisi hukum.

Dalam kesempatan itu pratisi hukum dari kantor EPZA, Eka Putra Zakran SE mengatakan sebaiknya keputusan 3 Menteri soal penggunaan seragam dan atribut sekolah sebaiknya dicabut.

“Sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan koflik antara pemerinta pusat dan daerah sikap reaktif yang ditunjukan oleh Mendiknas”, ujarnya.

Menag dan Mendagri ketiga Menteri tersebut dinilai justru membuat stabilitas nasional semangkin terguncang.

SKB ini seperti bikin gadu secara nasional karena menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Baca Juga : Gubsu Terus Dorong OPD Tingkatkan Layanan Publik

Lebihlanjut beliau mengatakan masala seragam sekolah dan atribut sekolah tidak perlu urusan yang sifatnya nasional.

Cukup masing masing daerah mengurusnya sesuai dengan kewenangan yg diatur dalam UU No 23 tahun 2004 tentang perda. “Seragam sekolah cukup kewenangan lokal”, ungkap Eka putra. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)