Kapolda Sumut : Saya Minta Mahasiswa Asal Papua Tahan Diri

67

RADARINDO.co.id-Medan : Saya meminta kepada Mahasiswa asal Papua, untuk menahan diri soal kasus dugaan rasis, yang dilakukan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf L Henuk.

Demikian dikatakan Kapolda Sumut (Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Martuani Sormin, saat bersilahturahim bersama Mahasiswa asal Papua dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) yang berada Sumut, bertempat di Lobby Adhi Pradana Mapolda Sumut, Rabu (03/02).

Lebih lanjut, Martuani, didampingi para PJU Polda Sumut, mengatakan “Saya meminta kepada adik-adik Papua, yang tengah menjalani pendidikan di Universitas Sumatera Utara dan Perguruan Tinggi lainnya, untuk tidak terpancing dan terpengaruh atas persoalan dugaan rasisme, yang dilakukan Guru Besar USU, Prof Yusuf L Henuk”.

Martuani juga mengatakan kepada Mahasiswa Papua, agar menyerahkan dugaan kasus rasis yang dilakukan Guru Besar USU, Prof Yusuf L Henuk, ke Dit Reskrimsus Polda Sumut.

Oleh karena itu, serahkan dan percayakan kepada kami (Polda Sumut), dalam menangani kasus dugaan rasis secara profesional.

Saya juga berharap kepada adik-adik, untuk tidak terprovaksi terhadap perbuatan oknum itu, karena tidak ada hubungannya dengan Universitas Sumatera Utara, ucapnya.

Martuani menambahkan saya berpesan, agar para Mahasiswa Papua untuk tetap belajar, hingga berhasil lulus dari Universitas Sumatera Utara dan mampu membuktikan kepada seluruh masyarakat, bahwa putra-putri Papua memiliki etika dan pendidikan tinggi.

Tunjukkan kalau kita patuh dan taat hukum. Jangan melakukan aksi-aksi yang tidak pada tempatnya. Silahkan, kalau adik-adik merasa harus menyampaikan aspirasi, sebaiknya datang ke Polda Sumut, ucap Kapolda Sumut.

Sementara itu, salah seorang perwakilan mahasiswa, Ince, sangat mengapresiasi sikap Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, bergerak cepat menangani kasus dugaan rasisme yang dilakukan Guru Besar USU tersebut, ucapnya.

“Pernyataan Guru Besar USU itu di media sosial yang berbuat rasisme itu telah menciptakan kegaduhan. Sehingga kami minta agar penegak hukum khususnya Polda Sumut, untuk dapat menyelesaikan kasusnya,” ucap Ince. (KRO/MD/Ril/TS)