Keberadaan PKBM Dapat Mendorong Suksesnya Program Pemerintah Desa

226

RADARINDO.co.id-Medan: Salah satu statemen dipuncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 20 Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia, yang diadakan di Hall Abdullah Sigit, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (28/01/2023).

Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) yakni dengan keberadaan lembaga PKBM sangat dibutuhkan guna mendorong suksesnya program pemerintah desa (Pemdes).

Baca juga : Menteri Desa Dukung PKBM Berperan Aktif Membangun SDM Pedesaan

Pendidikan Non Formal (PNF) merupakan salah satu alternatif layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sesuai program pemerintah adalah untuk mencerdaskan anak bangsa.

Lembaga PKBM memiliki peran besar membawa visi dan visi ditengah masyarakat. Khususnya bagi warga yang putus sekolah menderita buta aksara (membaca dan menulis) disebabkan karena tidak tercapainya pendidikan dasar pada usia pendidian dasar.

Fenomena ini membuktikan bahwa layanan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang dilakukan oleh sekolah belum tuntas.

Sehingga Pendidikan Non Formal hadir dalam rangka membantu menuntaskan program wajib 9 tahun itu. Program Pendidikan Non Formal diantaranya Paket A setara SD, Paket B, setara SMP, Paket C setara SMA.

Acara yang dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT), Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar M.Pd, mendukung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk berperan serta aktif membangun Sumber Daya Manusia (SDM) pedesaan.

“Keberadaan PKBM sangat dibutuhkan guna mendorong suksesnya program pemerintahan desa,” ujar Manahan Sitanggang dari Wakil Ketua FK PKBM Sumatera Utara, didampingi Bendahara Syafridah dan Ketua FK PKBM asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, kepada RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR.

Lebihlanjut dikatakan, tidak keliru jika keberadaan PKBM dapat mempercepat peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pedesaan.

“Termasuk terhadap pengelolaan dana desa, menurut hemat saya Pemerintah Desa agar menggandeng PKBM setempat tidak hanya urusan Sumber Daya Manusia tapi jadikan PKBM sebagai Partner usaha kecil menengah desa”, tegasnya.

“Karena banyak hasil pertanian atau peternakan desa, jika dikelola dengan baik dapat membuka lapangan pekerjaan dan PAD bagi pemerintah desa,” ungkap Manahan Sitanggang.

Sebelumnya, Menteri PDTT, pada acara memberikan materi dalam seminar nasional bertajuk “PKBM Membangun Desa”. Sehingga gagasan yang disampaikan Wakil Ketua FK PKBM Sumut dinilai sangat tepat dengan tajuk seminar.

Baca juga : Kadin Batu Bara Bagikan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Indonesia, ikut dihadirkan sejumlah narasumber berkompeten.

Diantaranya Kepala Badan Pengembangan Informasi Kemendes PDTT, Dr. Ivanovich Agusta, M.Si. Disini dia memaparkan tentang fungsi PKBM dalam mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Acara akbar ini juga menghadirkan sejumlah pemateri lain sari kalangan akademisi, maupun praktisi desa dan PKBM.

Diharapkan seminar nasional ini mampu mempererat serta menguatkan semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas SDM desa. Khususnya antara PKBM dan pemerintah desa. Semoga… (KRO/RD/TIM)