Kejati Sulsel Amankan Buronan Kasus Penipuan Berlian Palsu

61

RADARINDO.co.id – Sulsel : Tim Tangkap Buron (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipimpin Kasi E Erfa Basmar, SH MH bersama dengan Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, telah berhasil mengamankan “buronan” kasus berlian palsu, Selasa (17/1/2023).

Baca juga : Dua Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi di PT PLN

Terdakwa berinisial MRB itu ditangkap dalam perkara tindak pidana kasus penipuan dengan menawarkan korbannya berlian palsu (messonite), sehingga korban dalam hal ini Pegadaian Unit Ruko Pelangi Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar mengalami kerugian materil sebesar Rp 626.111.040.


Sebelum menangkap MRB, tim Tabur terlebih dahulu mengamankan seorang perempuan berinisial MK yang diduga ikut terlibat dalam tindak pidana menggadaikan berlian palsu.

Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi SH MH, menerangkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Makassar telah menuntut terdakwa MRB dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara selama 2 tahun.

Atas tuntutan Jaksa tersebut, maka Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan hukuman yang lebih ringan sesuai putusan Nomor : 232/Pid.B/2020/PN Mks tanggal 20 Januari 2021 dengan amar putusan menjatuhkan pidana kepada terdakwa MRB dengan penjara selama 1 tahun dan 4 bulan.

Atas putusan Pengadilan Negeri Makassar tersebut, maka Penuntut Umum dan terdakwa sama-sama telah mengajukan banding. Pengadilan Tinggi Makassar setelah menerima dan memeriksa pada tingkat banding selanjutnya menjatuhkan putusan kepada terdakwa MRB dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Baca juga : Kejagung Periksa Saksi Perkara Dugaan TPPU BAKTI Kemkominfo

Karena terdakwa MRB tidak puas terhadap putusan banding Pengadilan Tinggi Makassar, maka terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 10 November 2021.

Namun permohonan Kasasi terdakwa MRB ditolak oleh Mahkamah Agung berdasarkan putusan nomor 300 K/Pid/2022 tanggal 22 Maret 2022. Bahkan Majelis Hakim Mahkamah Agung yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sri Murwahyuni, SH MH menambah hukuman terdakwa MRB dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan. (KRO/RD/Agus)