Kemenag Turun Tangan Soal Siswa MAN 1 Medan Jadi Korban Bullying

30

RADARINDO.co.id – Medan : Kemenag Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusut informasi adanya siswa MAN 1 Medan yang diduga menjadi korban bully dan penculikan. Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi mengaku sudah mengirim tim menemui korban ke rumahnya di kawasan Simpang Limun, Medan.

Baca juga : Kasus Dugaan Pemerasan Eks Mentan Berpotensi Ada Tersangka Baru, Ini Kata Kapolri

Ahmad mengaku sudah mendapatkan informasi dari orangtua korban telah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke MAN 1 Medan. “Orangtua si anak itu melapor ke MAN 1. Sudah saya suruh kalau ada yang terlibat siswa MAN, ada alumni pula. Kata iya (korban siswa MAN 1 Medan),” katanya, melansir melansir cnnindonesia.com, Senin (27/11/2023).


Berdasarkan informasi yang diterimanya, peristiwa itu terjadi pada, Kamis (23/11/2023). Kasus pembullyan dan penculikan terhadap siswa MAN 1 Medan awalnya terbongkar melalui sebuah unggahan di media sosial. Dalam unggahan itu disebut korban dibully hingga diculik, serta pelaku berjumlah 20 orang.

“Telah terjadi pembully-an pada adik saya, dia sekolah di MAN 1 Medan. Awalnya dia diculik dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore oleh anak-anak yang sekolah di MAN 1 Medan dan mantan alumni MAN 1 Medan,” tulis di unggahan @jojofashion_bangkok2.

Baca juga : Kantor Satpol PP Denpasar Diserang OTK

Korban disebut dipaksa untuk memakan lumpur oleh para pelaku. Bahkan para pelaku disebut menyuruh meminum air liur pelaku. “Para pembully memaksa adik saya untuk makan lumpur, menghisap sendal dan makan ranting, serta meminum air ludah dari pembully,” sambung unggahan itu. Pelaku juga disebut menyiksa korban dengan cara dipukul hingga meletakkan kunci yang dipanaskan ke tangan korban. Dalam unggahan itu, disebut pelaku sekitar 20 orang. “Tidak sampai di situ, adik saya juga disiksa, ditendang, dipukul, dibakar tangannya pakai kunci yang sudah dipanasi api. Total pembully ada 20 orang,” ungkapnya. (KRO/RD/CNN)