“Kenalpot Blong” Sepeda Motor Bikin Resah Warga Begini Sikap Kapolres Tapteng

114

RADARINDO.co.id- Tapteng: Banyaknya pengendara sepeda motor yang ugal -ugalan dengan “klalpot blong” bikin suara bising, membuat warga resah.

Pasalnya, Knalpot Blong yang dengan suara digeber- geber yang biasanya dikenderai kalangan remaja, tidak mengindahkan lingkungan.

Akibatnya, masyarakat tidak hanya resah tapi mengeluh mendengarkan bising saat melintas, dimana masyarakat yang mendengar merasa terganggu dengan suara bising dari kendaraan yang menggunakan Knalpot Blong.

Menjawab keresahan tersebut Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy Arifianto memerintahkan untuk merazia kendaraan yang memakai Knalpot blong. Razia tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Tapanuli Tengah Kompol Yengky Deswandi.

Razia tersebut dilaksanakan Senin(18/01/2021) di seputaran Simpang Empat Jalan Feisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Saat Razia, Personil Polres Tapanuli Tengah berhasil mengamankan 7 unit Sepeda Motor yang memakai Knalpot Blong dan dilakukan tindakan tilang bersama barang bukti diamankan ke Polres Tapanuli Tengah.

Pihak Kepolisian juga menghimbau masyarakat berupa:

1. Kami dari Pihak Kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap sepeda motor yang menggunakan Knalpot Blong/ Racing. Sehingga masyarakat merasa aman dan tidak terganggu terlebih pada jam istirahat. Selain tidak sesuai standart, Pengguna Knalpot dengan suara yang memekakkan telinga tersebut juga mengganggu kenyamanan masyarakat.

2. Kami juga menghimbau kepada pemilik bengkel maupun toko penjual Knalpot untuk tidak melayani permintaan untuk mengganti/ menerima pemasangan maupun pemesanan Knalpot Blong kendaraan bermotor.

3. Rata – rata penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan Knalpot Blong adalah Anak Remaja, dimohon kepada orang tua agar melakukan pengawasan kepada anaknya untuk ikut melarang penggunaan Knalpot Blong.

4. Penggunaan Knalpot Blong melanggar Tata Tertib berlalu lintas yang diatur dalam Undang – Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 Ayat 1 dan Pasal 106 Ayat 3. Dimana Pengendara yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan jalan termasuk Knalpot dapat dipidana paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp250.000.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama menyambut baik razia klalpot blong. “Kami setujuh supaya knalpot blong agar ditilang saja. Karena sudah bikin resah, bikin pusing kepala kami”, kata seorang warga kepada Kepala Biro RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR Tapteng, Manalu.
(KRO/RD/Her. Manalu)