Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Beringin Kami Butuh MCK

122

RADARINDO.co.id-Sergai:
Pembangunan MCK di Sekolah SMP Negeri 3 Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai di Desa Mangga Dua, sangat di butuhkan pihak sekolah.

Hal ini di katakan Kepala Sekolah SMPN Tj Beringin, Sunardi, SPd, di ruangannya, Selasa (14/09) mengatakan, bahwa kami sangat membutuhkan MCK.

Pembangunan MCK ini kata Sunardi, sudah lama kami mohonkan dari Kepala Desa Mangga Dua, sejak tahun 2018 dan melalui Kepala Desa, masa pak Mustaqin sudah kami mohonkan, namun belum juga terealisasi, tetapi saya berusaha ke Dinas Tarukim Sergai, ke Aset dan Bappeda jDinas Pendidikan juga kita mohonkan, namun Alhamdullilah baru tahun 2020 ini baru terealisasi dari Dinas Tarukim Kabupaten Serdang Bedagai, ungkap Sunardi.


“Memang di sekolah ini ada WC ada Delapan unit, sebelah kanan empat, sebelah kiri ada empat dan di Musholla ada satu, kalau di bandingkan dengan jumlah murid ada 500 murid, kalau di setiap WC ada 35 atau 30 siswa setiap satu WC, sehingga bukan hari belajar dan mengajar yang kita kecewakan pada saat ada berbagai kegiatan ini membuat kami kewalah dan malu,” ungkap Kasek Sunardi.

Sehingga dengan adanya proyek pembangunan ini yang selama ini kami harapkan kami, pihak sekolah mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada pihak Kepala Dinas Tarukim, apa yang kami harapkan sudah terealisasi dan kami juga masih kurang bangunan MCK kalau di bandingkan dengan jumlah murid yang ada, kata Sunardi.

Sementara itu pantauan RADARINDO.co.id dilokasi, Selasa (15/09) terlihat bangunan MCK masih berjalan pembangunannya dan belum ada sarana dan prasarana karena baru dua Minggu di kerjakan kata, Ketua KSM Pelita, Suparman.

Suparman, menjelaskan, proyek ini di swakelola kan karena bukan dari perusahaan ini kita kerjakan secara swakelola, kalau hal tukang memang ini yang sudah ahlinya mereka ada dari desa setempat dan dari desa tetangga, karena selama ini mereka yang mengerjai dan tau, kita heran juga dengan adanya pemberitaan di media online atau cetak dan di medsos, di duga ngak ada lahan terkesan di paksakan, ini kan aneh ngak ada kita ketemu dengan orang media ini, seharusnya mereka jeli melihat papan informasi yang terpasang di situ tertera SKM (Swadaya Kelompok Masyarakat) Pelita, bukan CV atau PT ungkap Suparman.

Kata Suparman, pihak sekolah sudah lama mengajukan permohonan ke pihak Kepala Desa Mangga Dua sejak tahun 2018, karena adanya proposalnya ini yang kita realisasikan, karena sangat di butuhkan oleh pihak sekolah, bukan saja sekolah, mesjid, gereja kalau mereka butuhkan bisa diajukan di mohonkan, karena selain MCK ada beberapa sarana dan prasarana lainnya, tapi inikan masih tahap pengerjaan, bukan rumah ataubsarangnya saja, ada berbagai saran dan prasarana lainnya, apalagi, katanya dugaan ngak ada lahan kan, aneh, ungkapnya. (KRO/RD/Azwen.F).