Ketua LPTQ Labura: Muyyassaroh Peserta Terbaik Dari Labura

82

RADARINDO.co.id-Tebingtinggi:
Ketua LPTQ Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), H. Muhammad Yusuf Tanjung menyangkan terjadinya diskualifikasi terhadap khafilahnya di arena MTQ ke-39 tingkat Provinsi saat tampil di arena mimbar lomba tafsir Alquran karena memakai cadar.

Dengan adanya peserta diskualifikasi majelis hakim, pihaknya kecewa dan merasa dirugikan karena peserta tersebut merupakan salah satu peserta terbaik dan peraih juara pertama pada MTQ ke-11 Kabupaten Labura.

Dari awal tidak ada pelarangan memakai cadar, dia sudah sampai tahap naik mimbar, tentu sudah menjalani pemeriksaan termasuk pemeriksaan berkas. “Setahu saya selama mengikuti MTQ tidak ada pelarangan memakai cadar” ucapnya ketika dimintai tanggapannya, Jumat (11/9) sore. Karena itu pihaknya merasa dirugikan. Dia meminta panitia atau dewan hakim melakukan klarifikasi secara terbuka permalasahan tersebut.

Dikatakannya, satu jam setelah terjadi diskualifikasi, pihaknya baru dihubungi pihak dewan hakim dan memintanya agar bersangkutan dikembalikan tampil. Kepada saya dewan hakim menyampaikan permohonan maafnya karena terjadi kekhilapan dan meminta tolong agar Muyyassaroh bisa kembali tampil, akan tetapi ia sudah tidak lagi ingin tampil. “yang bersangkutan kemungkinan enggan karena ada tekanan fisikologis, Muyassarah menangis diskualifikasi karena enggan buka cadar. pasalnya dia sejak kecil sudah pakai cadar,” ucapnya.

Yusuf mengatakan, sudah menghubungi Muyassaroh sampai tiga kali dan memintanya untuk tampil kembali, namun Muyyassaroh tetap tidak lagi ingin tampil.

Keteguhan sikapnya itu, Muyyassaroh yang merupakan mahasiswa semester III Univa Jurusan Bahasa Indonesia menarik perhatian dan simpati banyak kalangan bahkan sampai keluar negeri. Pemberian hadiah kepadanya datang dari Arab Saudi memberinya uang sebesar Rp 30 juta, kemudian hadiah yang dihimpun dari stasiun Salam TV sebesar Rp 100 juta, mengalir juga hadiah dari Jawa Tengah, Padang, ada hadiah umroh dan pemberian rumah serta mendapatkan pekerjaan. Bila ditotal bisa sampai Rp 200 juta, ucap Yusuf.

Sebelumnya, Ketua Dewan Hakim Yusuf Rekso ketika dikonfiramasi mengatakan, tidak ada larangan bagi peserta wanita bercadar, namun lebih dahulu diperiksa. Saat kejadian belum sempat dimusyawarahkan, kitapun saat itu tidak tahu, namun setelah kita cek ke lapangan, kita ketahui kejadiannya, lalu kita umumkan untuk mencabut diskualifikasi, akan tetapi peserta sudah tidak lagi datang, ucap ketika dihubungi via telepon, Kamis (10/9) malam.

Sebelumnya sempat viral, seorang peserta bercadar pada lomba tafsir di Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Sumut diminta membuka cadar atau didiskualifikasi, dalam vidio yang diunggah Senin, 7 September 2020. Rekaman gambar berdurasi sekitar 30 detik tersebut memperlihatkan gambar dan suara percapakapan peserta wanita bercadar dengan salah seorang dewan hakim sebelum dimulai perlombaan. Dalam percakapan tersebut terdengar suara seorang pria meminta seorang peserta yang tampil membuka cadarnya dengan alasan supaya tahu bacaannya.

“Tolong dibuka cadarnya supaya kita tahu bacaannya, sudah ada aturan nasional, kalau gak dibuka langsung didiskualifikasi, tolong dibuka dulu nanti setelah itu bisa dipasang lagi,” ucap suara pria dalam rekaman gambar tersebut, akan tetapi, setelah diam sejenak peserta yang belakangan diketahui asal Labuhan Batu Utara ini memilih mundur. (KRO/RD/Waspada)